PLBN Labang Siap Beroperasi, Nunukan Dorong Penguatan Akses Lintas Batas Indonesia–Malaysia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang bersama para delegasi dari Kaltara di SOSEK MALINDO di Tarakan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang bersama para delegasi dari Kaltara di SOSEK MALINDO di Tarakan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PLBN Labang Siap Beroperasi, Nunukan Dorong Penguatan Akses Lintas Batas Indonesia–Malaysia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang bersama para delegasi dari Kaltara di SOSEK MALINDO di Tarakan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang bersama para delegasi dari Kaltara di SOSEK MALINDO di Tarakan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PLBN Labang Siap Beroperasi, Nunukan Dorong Penguatan Akses Lintas Batas Indonesia–Malaysia

Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang bersama para delegasi dari Kaltara di SOSEK MALINDO di Tarakan. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong optimalisasi fungsi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang sebagai gerbang baru penghubung Indonesia–Malaysia di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara). Upaya tersebut mengemuka dalam Pertemuan Tim Teknis Kelompok Kerja (KK/JKK) SOSEK MALINDO Bidang Keamanan, Keselamatan dan Pengelolaan Perbatasan yang berlangsung di Tarakan.

Dalam forum bilateral tersebut, delegasi Kaltara menyampaikan bahwa pembangunan PLBN Labang telah rampung. Pemerintah Indonesia juga mengusulkan agar setelah fasilitas tersebut mulai dioperasikan, pergerakan masyarakat lintas batas tidak hanya terbatas hingga Pagalungan, Sabah, tetapi dapat dikembangkan menjadi jalur yang lebih efektif untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kedua negara.

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan keberadaan PLBN Labang merupakan salah satu infrastruktur strategis yang akan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

"PLBN Labang bukan sekadar pintu keluar masuk antarnegara. Kehadirannya menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat perbatasan, memperkuat pengawasan negara, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi Nunukan dan kawasan sekitarnya," ujar Robby.

Menurutnya, pengoperasian PLBN Labang harus diiringi dengan kesepahaman kedua negara mengenai mekanisme pelayanan lintas batas sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Dalam pembahasan tersebut, Pemerintah Sabah turut menyampaikan perkembangan pembangunan Kompleks Immigration, Customs, Quarantine and Security (ICQS) Bantul. Proyek tersebut telah memasuki tahap pekerjaan lapangan dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Februari 2029. Selama fasilitas tersebut belum beroperasi, kedua belah pihak sepakat bahwa mekanisme keluar masuk melalui jalur Labang–Bantul masih menggunakan Pas Lintas Batas atau Pas Menyeberang Sempadan (PMS).

Selain itu, Pemerintah Kaltara juga menyampaikan rencana pembangunan portal pengawasan di Sungai Sembakung, tepat di depan PLBN Labang. Portal tersebut akan diberlakukan sebagai pengendali aktivitas lintas batas dengan pembatasan waktu perlintasan mulai pukul 17.00 WITA hingga 07.00 WITA, kecuali untuk kondisi darurat. Usulan tersebut mendapat perhatian dan dicatat oleh delegasi Sabah sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan perbatasan.

Robby menegaskan, penguatan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan tata kelola perbatasan.

"Keamanan wilayah tetap menjadi prioritas. Namun pada saat yang sama, negara juga harus menghadirkan kemudahan akses yang legal bagi masyarakat yang selama ini memiliki hubungan sosial, budaya, maupun ekonomi lintas negara," katanya.

Ia optimistis kesepakatan yang dihasilkan dalam forum SOSEK MALINDO akan mempercepat berbagai langkah koordinasi antara Indonesia dan Malaysia sehingga PLBN Labang dapat berfungsi optimal sebagai pintu gerbang resmi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

"Sinergi yang dibangun melalui SOSEK MALINDO menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang aman, tertib, dan produktif. Ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang masa depan masyarakat yang hidup di kawasan perbatasan," pungkasnya.