Usulan Jalur Khusus Ojol Ditolak, Pertamina Tegaskan BBM Subsidi Harus Setara untuk Semua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Hermawan Bagus Prabowo (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Hermawan Bagus Prabowo (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Usulan Jalur Khusus Ojol Ditolak, Pertamina Tegaskan BBM Subsidi Harus Setara untuk Semua

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Hermawan Bagus Prabowo (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Hermawan Bagus Prabowo (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Usulan Jalur Khusus Ojol Ditolak, Pertamina Tegaskan BBM Subsidi Harus Setara untuk Semua

Hermawan Bagus Prabowo (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Usulan pengemudi ojek daring (ojol) di Kota Bontang agar mendapat jalur khusus saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ditolak. 

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip kesetaraan hak masyarakat dalam memperoleh BBM subsidi.

Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel, Hermawan Bagus Prabowo mengatakan seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, sehingga tidak ada kelompok tertentu yang dapat diprioritaskan dalam pelayanan pengisian BBM subsidi.

"Di mata hukum semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan BBM subsidi. Kami tidak bisa membeda-bedakan dengan membuat jalur khusus," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (31/7/2026).

Penegasan itu disampaikan menyusul munculnya aspirasi sejumlah pengemudi ojol yang mengeluhkan lamanya antrean di SPBU. 

Mereka menilai jalur khusus diperlukan agar waktu operasional tidak banyak terbuang saat mengantre BBM.

Di sisi lain, Pertamina mengakui antrean panjang memang terjadi di sejumlah SPBU di Bontang dalam dua pekan terakhir. 

Menurut Hermawan, kondisi tersebut dipicu meningkatnya konsumsi Pertalite akibat peralihan sebagian pengguna BBM nonsubsidi.

"Orang yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini banyak beralih ke Pertalite. Ini yang menyebabkan permintaan meningkat dan antrean menjadi lebih panjang," jelasnya.

Untuk mengurangi kepadatan, Pertamina bersama pemangku kepentingan terkait tengah memperkuat infrastruktur distribusi BBM di Kota Bontang.

Dalam waktu dekat, satu SPBU baru yang sebelumnya berstatus Pertashop akan mulai beroperasi setelah proses peningkatan fasilitas rampung.

Selain itu, Pertamina juga telah merencanakan pembangunan satu SPBU tambahan guna meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.

Hermawan menegaskan, di tengah meningkatnya permintaan BBM subsidi, Pertamina akan terus memperketat pengawasan agar penyalurannya tepat sasaran. 

Masyarakat pun diimbau tetap tertib saat mengantre serta menggunakan BBM sesuai peruntukannya.

"Kami terus memperkuat pengawasan di lapangan agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan kesenjangan di tengah masyarakat," tutupnya.