Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Rahmawan Nisfu Wijaya menyebut sekitar 200 petak di Pasar Sepinggan terdampak kebakaran yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) pagi.
Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan inventarisasi masih terus dilakukan.
Rahmawan mengatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.00 WITA dan hingga kini, petugas masih menghitung jumlah pasti lapak yang terdampak dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.
"Untuk jumlah petaknya kurang lebih 200-an, tetapi belum fix. Masih harus dihitung ulang dan diinventarisasi lagi. Kami juga masih berkoordinasi dengan rekan-rekan yang lain," ucap Rahmawan.
Ia menegaskan, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui dan akan ditangani oleh pihak kepolisian.
"Kalau penyebabnya masih belum diketahui. Nanti mungkin dari pihak kepolisian yang menyampaikan," katanya.
Sementara Disdag masih memprioritaskan pendataan terhadap pedagang dan lapak yang terdampak sebelum menentukan langkah lanjutan.
Sebagai solusi sementara, Disdag berencana menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar para pedagang tetap dapat berjualan. Tapi,lokasi TPS masih dalam pembahasan.
"Kami berupaya menyediakan TPS untuk mengakomodasi para pedagang agar tetap bisa berjualan. Untuk lokasinya masih belum ditentukan. Sesuai arahan Kepala Dinas, salah satu opsi berada di lapangan parkir, tetapi kami harus menyelesaikan pendataan terlebih dahulu," jelasnya.
Menurut Rahmawan, hasil pendataan akan menjadi dasar dalam menentukan kapasitas dan lokasi TPS yang akan digunakan para pedagang.
Terkait adanya informasi korban dalam peristiwa tersebut, Rahmawan memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa.
"Selama saya berada di lokasi belum ada informasi adanya korban jiwa," tegasnya.
Meski demikian, ia mengaku sempat mendengar adanya warga yang mengalami sesak napas akibat kepulan asap saat kebakaran berlangsung.
Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari petugas di lapangan.
"Memang saya dengar ada yang sesak nafas, tetapi saya belum tahu pasti bagaimana kondisinya," ujarnya.
Di balik musibah tersebut, Rahmawan mengaku kekhawatiran terhadap potensi kebakaran sebenarnya sudah lama ia rasakan sejak dipercaya memimpin UPTD Pasar Sepinggan.
Sebagai mantan petugas pemadam kebakaran, ia menilai kondisi fisik pasar memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.
Menurutnya, sebagian besar bangunan di Pasar Sepinggan masih berbahan kayu, usianya sudah tua, serta instalasi kabel listrik terlihat semrawut sehingga berpotensi memicu kebakaran.
Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini Pasar Sepinggan belum pernah menjalani revitalisasi secara menyeluruh.
"Kalau renovasi sudah pernah, tetapi hanya perbaikan kecil-kecil saja. Kalau revitalisasi belum pernah sama sekali," pungkasnya.


