Uji Kelayakan Terowongan Samarinda Digelar Dua Pekan Lagi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Uji Kelayakan Terowongan Samarinda Digelar Dua Pekan Lagi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Uji Kelayakan Terowongan Samarinda Digelar Dua Pekan Lagi

Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA - Setelah proses konstruksi rampung, Terowongan Samarinda kini memasuki tahapan yang menentukan sebelum resmi dibuka untuk masyarakat. Dalam dua pekan ke depan, pemerintah menargetkan pelaksanaan uji kelayakan sebagai syarat sebelum terowongan dapat difungsikan.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti beserta jajaran meninjau salah satu proyek strategis tersebut beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan dalam waktu dekat ini proses uji kelayakan akan segera dilakukan. Kini, pihaknya masih menunggu konfirmasi akhir dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait jadwal pelaksanaan uji kelayakan tersebut.

"Mungkin dalam dua minggu ini uji kelayakannya akan dilaksanakan," ucap Neneng, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan komunikasi yang telah dilakukan dengan pemerintah pusat, menurutnya seluruh pembahasan sejauh ini menunjukkan perkembangan yang positif. Sementara pekerjaan konstruksi utama terowongan sendiri telah selesai dikerjakan sepenuhnya. 

Terkait usulan tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar yang sebelumnya disampaikan untuk penataan kawasan di bagian atas, termasuk pekerjaan regrading sebagai langkah penanganan potensi longsor belum menjadi prioritas saat ini. 

Menurut Neneng, risiko longsor sebenarnya telah mulai diantisipasi melalui pekerjaan perpanjangan mulut terowongan yang telah dilakukan. Dengan langkah tersebut, pekerjaan regrading dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

"Itu bisa dilakukan bertahap. Tidak harus sekaligus," jelasnya.

Untuk tahun ini, kata dia, pemerintah memprioritaskan penyelesaian seluruh fungsi utama terowongan agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Pun dengan pekerjaan penataan bagian atas terowongan nantinya tidak akan mengganggu operasional terowongan. 

Setelah uji kelayakan selesai, Pemkot akan kembali berkoordinasi dengan kementerian terkait hasil rekomendasi yang diterbitkan. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, terowongan diharapkan sudah dapat difungsikan sebelum akhir tahun.

"Harapannya paling lambat akhir tahun sudah bisa difungsikan," pungkasnya.