Konsul RI Tawau Dorong Penguatan Hubungan Indonesia–Sabah, Dino Nurwahyudin Soroti Konektivitas hingga Perlindungan WNI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat berdialog dengan Tuan Yang Terutama (TYT) Yang Di-Pertua Negeri Sabah, Tun Datuk Seri Panglima (Dr) Musa bin Haji Aman, di Istana Seri Kinabalu, Kota Kinabalu. (Foto: KRI Tawau)
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat berdialog dengan Tuan Yang Terutama (TYT) Yang Di-Pertua Negeri Sabah, Tun Datuk Seri Panglima (Dr) Musa bin Haji Aman, di Istana Seri Kinabalu, Kota Kinabalu. (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Konsul RI Tawau Dorong Penguatan Hubungan Indonesia–Sabah, Dino Nurwahyudin Soroti Konektivitas hingga Perlindungan WNI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat berdialog dengan Tuan Yang Terutama (TYT) Yang Di-Pertua Negeri Sabah, Tun Datuk Seri Panglima (Dr) Musa bin Haji Aman, di Istana Seri Kinabalu, Kota Kinabalu. (Foto: KRI Tawau)
Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat berdialog dengan Tuan Yang Terutama (TYT) Yang Di-Pertua Negeri Sabah, Tun Datuk Seri Panglima (Dr) Musa bin Haji Aman, di Istana Seri Kinabalu, Kota Kinabalu. (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Konsul RI Tawau Dorong Penguatan Hubungan Indonesia–Sabah, Dino Nurwahyudin Soroti Konektivitas hingga Perlindungan WNI

Kepala KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat berdialog dengan Tuan Yang Terutama (TYT) Yang Di-Pertua Negeri Sabah, Tun Datuk Seri Panglima (Dr) Musa bin Haji Aman, di Istana Seri Kinabalu, Kota Kinabalu. (Foto: KRI Tawau)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin 

NUNUKAN – Upaya mempererat hubungan Indonesia dengan Pemerintah Sabah, Malaysia, kembali diperkuat melalui langkah diplomatik.

Kepala Konsul Republik Indonesia (KRI) Tawau, Dino Nurwahyudin secara resmi menyerahkan Surat Tauliah Presiden Republik Indonesia kepada Tuan Yang Terutama (TYT) Yang Di-Pertua Negeri Sabah, Tun Datuk Seri Panglima (Dr) Musa bin Haji Aman, di Istana Seri Kinabalu, Kota Kinabalu.

Penyerahan Surat Tauliah tersebut menjadi penanda dimulainya mandat resmi Dino Nurwahyudin sebagai Kepala KRI Tawau yang membawahi wilayah kerja Tawau, Kalabakan, Semporna, Kunak dan Lahad Datu.

Momen tersebut sekaligus menjadi langkah awal memperkuat hubungan bilateral di tingkat kawasan perbatasan yang selama ini memiliki ikatan erat dalam bidang ekonomi, sosial, dan kemanusiaan.

Dalam pertemuan itu, TYT Tun Musa Aman didampingi Toh Puan Faridah Tussin, sedangkan Dino hadir bersama istrinya, Gain Nurwahyudin.

Dino menyampaikan apresiasi kepada Kerajaan Negeri Sabah atas dukungan yang selama ini diberikan kepada Konsulat RI Tawau.

Menurutnya, hubungan yang terjalin baik dengan Pemerintah Negeri Sabah telah menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai tugas perwakilan Indonesia, terutama memberikan pelayanan dan pelindungan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan bermukim di Sabah.

"Hubungan baik yang selama ini terbangun memberikan kontribusi besar terhadap pelaksanaan tugas-tugas Konsulat RI Tawau, baik dalam pelayanan dan pelindungan WNI maupun penguatan kerja sama ekonomi serta sosial budaya," ujar Dino.

Selain membahas penguatan hubungan diplomatik, pertemuan tersebut juga menyoroti masih terbatasnya konektivitas transportasi antara Sabah dan Indonesia yang dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan aktivitas ekonomi lintas batas.

Dino menjelaskan, saat ini akses langsung antara Tawau dan Kalimantan Utara hanya dilayani melalui transportasi laut. Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha belum berlangsung secara optimal.

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, pernah tersedia penerbangan langsung rute Tawau–Tarakan yang dioperasikan oleh maskapai MasWings. Namun layanan tersebut dihentikan sejak pandemi dan hingga kini belum kembali dibuka.

Akibatnya, masyarakat Sabah yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan maupun Sulawesi, harus lebih dahulu terbang ke Kuala Lumpur sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia.

Sementara jika memilih jalur laut menuju Nunukan dan Tarakan, waktu tempuh mencapai empat hingga lima jam dan penumpang umumnya harus bermalam sebelum melanjutkan perjalanan udara ke daerah tujuan.

"Terbatasnya konektivitas menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap pengembangan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, hingga sektor pariwisata antara Sabah dan Indonesia," kata Dino.

Dino turut menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Negeri Sabah atas dukungannya terhadap keberlangsungan Community Learning Center (CLC) yang telah menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia sejak 2011.

Menurut Dino, keberadaan CLC tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak WNI, tetapi juga memberi manfaat bagi perusahaan perkebunan karena para pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang tanpa mengabaikan hak pendidikan anak-anak mereka.

"Kami mengapresiasi dukungan Kerajaan Negeri Sabah terhadap keberadaan CLC. Program ini menjadi wujud nyata kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam memenuhi hak pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Dino juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Smart Sabah yang membuka kesempatan bagi pekerja asing beserta keluarganya untuk melengkapi dokumen administrasi sehingga dapat bekerja secara legal di Sabah.

Menurutnya, program tersebut menjadi langkah positif dalam menciptakan tata kelola ketenagakerjaan yang lebih tertib sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para pekerja migran Indonesia.

Sebagai simbol eratnya hubungan kedua pihak, kunjungan resmi tersebut diakhiri dengan pertukaran cendera mata. Kepala KRI Tawau menyerahkan batik tulis khas Yogyakarta kepada TYT Tun Musa Aman dan Toh Puan Faridah Tussin sebagai bentuk penghormatan sekaligus promosi budaya Indonesia. Sebagai balasan, TYT Tun memberikan batik Malaysia kepada Dino Nurwahyudin beserta istri sebagai lambang persahabatan yang terus terpelihara antara Indonesia dan Sabah.

Dino menegaskan, kunjungan kehormatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara Konsulat RI Tawau dan Kerajaan Negeri Sabah dalam berbagai bidang.

"Kami berharap hubungan yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan, baik dalam pelindungan WNI, penguatan kerja sama ekonomi, pendidikan, maupun hubungan sosial budaya. Sinergi yang kuat akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia dan Sabah serta semakin mempererat persahabatan kedua negara," pungkasnya.