Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bergerak cepat memulihkan aktivitas ekonomi pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Sepinggan.
Selain mempercepat pembersihan puing-puing kebakaran, Pemkot memastikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) segera dibangun agar para pedagang dapat kembali berjualan tanpa harus menunggu proses revitalisasi pasar selesai.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menegaskan percepatan pemulihan mata pencaharian pedagang menjadi prioritas pemerintah. Sebab semakin lama pedagang tidak berjualan, semakin besar dampak ekonomi yang dirasakan keluarga mereka.
"Pemkot bersama dinas terkait sudah berkoordinasi. Langkah pertama adalah membersihkan area yang terdampak kebakaran. Setelah itu kami akan membangun Tempat Penampungan Sementara agar para pedagang bisa kembali berjualan secepat mungkin. Kami juga berharap para pedagang mendukung proses pembersihan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar," ucap Rahmad saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Sepinggan, Sabtu (1/8/2026).
Ia mengatakan pemerintah turut prihatin atas musibah yang menimpa para pedagang. Untuk itu, pemerintah kota (Pemkot) akan terus hadir memberikan solusi agar roda perekonomian masyarakat tidak terhenti terlalu lama.
"Atas nama Pemkot Balikpapan, kami menyampaikan rasa duka dan keprihatinan kepada seluruh pedagang yang menjadi korban kebakaran. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Kami berkomitmen mencari solusi terbaik agar para pedagang dapat kembali menjalankan usahanya," katanya.
Menurut Rahmad, kebakaran tersebut sekaligus menjadi momentum mempercepat rencana revitalisasi Pasar Sepinggan yang telah disiapkan pemerintah.
Penataan nantinya tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menghadirkan pasar tradisional yang lebih aman, nyaman dan representatif.
"Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki nilai sejarah dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Balikpapan. Ke depan, kami ingin menghadirkan pasar yang lebih tertata dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot juga akan mengevaluasi sistem keamanan di seluruh pasar tradisional, termasuk memastikan setiap pasar memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan sarana mitigasi kebakaran lainnya.
"Keberadaan APAR tidak hanya penting di perkantoran, tetapi juga di fasilitas publik seperti pasar. Kami akan meminta dinas terkait melakukan evaluasi dan memastikan seluruh pasar memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai agar kejadian serupa dapat diminimalkan," tegasnya.
Terkait lokasi TPS, Rahmad menilai area pasar yang telah dibersihkan lebih tepat dimanfaatkan dibandingkan lahan parkir.
Menurutnya, penggunaan area parkir berpotensi mengganggu akses kendaraan dan kenyamanan pengunjung.
Pemkot berharap proses pembersihan lokasi dapat segera rampung sehingga pembangunan TPS dapat langsung dimulai.
Dengan demikian, para pedagang bisa kembali berdagang dan aktivitas ekonomi di Pasar Sepinggan kembali menggeliat sembari menunggu revitalisasi pasar terealisasi.


