Mudyat Noor Akui PPU Hadapi Tantangan Berat untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mudyat Noor Akui PPU Hadapi Tantangan Berat untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mudyat Noor Akui PPU Hadapi Tantangan Berat untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor mengaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU memiliki tantangan yang cukup berat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Benuo Taka. 

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) belum memiliki infrastruktur sumber air baku yang memadai sehingga mempengaruhi percepatan perluasan cakupan layanan air bersih kepada masyarakat PPU. 

Selama setahun terakhir ini, pemerintah daerah telah bekerja sama dalam pemanfaatan perusahaan swasta salah satunya pemanfaatan kolam penampungan air PT Pertamina dan peningkatan kapasitas produksi air bersih di WTP Waru. 

“PPU menghadapi persoalan air baku sehingga Perumda AMDT tidak bisa berkembang cepat seperti daerah lainnya, tetapi pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan fasilitas dan infrastruktur air bersih sehingga cakupan layanan bisa menembus angka 42 persen,” kata Mudyat, Sabtu (1/8/2026). 

Mudyat mengungkapkan, wilayah Kabupaten PPU seluas 3.333,06 Kilometer (Km) persegi dan permukiman yang tersebar juga menjadi tantangan yang cukup berat. Sebab, pemasangan jaringan pipa distribusi di setiap kelurahan/desa membutuhkan anggaran yang cukup besar. 

“Melihat kondisi geografis PPU dan penduduknya tersebar, kalau dihitung secara bisnis gak sulit. Karena, mengkoneksikan jaringan perpipaan antar kelurahan/desa butuh anggaran yang tidak sedikit, sementera kondisi fiskal daerah saat ini tengah mengalami kesulitan,” terangnya. 

Meski kondisi fiskal daerah tengah berada dalam tekanan, kata Mudyat, pemerintah daerah tetap berupaya meningkatkan infrastruktur air bersih agar target cakupan layanan masyarakat sebesar 60 persen dapat tercapai. 

“Meskipun daerah memiliki keterbatasan fiskal, kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat PPU,” pungkasnya.