Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan anggaran hampir Rp5 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membangun kembali sekolah yang terdampak di Kecamatan Loa Janan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menjelaskan penggunaan anggaran BTT tersebut diperbolehkan karena kondisi yang dihadapi masuk dalam kategori keadaan mendesak.
Menurutnya, BTT pada dasarnya diperuntukkan bagi penanganan situasi bencana, keadaan darurat, maupun kebutuhan yang bersifat mendesak. Kondisi sekolah di Loa Janan dinilai memenuhi kriteria tersebut sehingga pemerintah daerah mengambil langkah cepat agar proses belajar mengajar tidak terus terganggu.
“Karena sebenarnya BTT itu digunakan untuk situasi bencana, darurat, dan mendesak. Nah, kondisinya di Loa Janan itu termasuk dalam kondisi mendesak dan kita diperkenankan menggunakan pembiayaan tersebut,” ujar Aulia.
Ia mengatakan, apabila pembangunan tidak segera dilakukan, para siswa akan terus menjalani kegiatan belajar dengan menumpang di sekolah lain melalui sistem pembelajaran bergantian pagi dan sore.
“Kalau tidak segera kita bangun, kasihan anak-anak sekolah kita. Mereka harus numpang di tempat sekolah lain dan sekolahnya harus pagi sore,” katanya.
Aulia mengungkapkan, berdasarkan hasil perhitungan sementara, kebutuhan anggaran pembangunan beserta pengadaan perlengkapan sekolah mencapai sekitar Rp4 miliar lebih atau hampir Rp5 miliar.
“Setelah kita hitung, pembiayaannya sekitar Rp4 miliar sekian, hampir Rp5 miliar untuk membangun dan melengkapi perlengkapan yang ada di dalamnya,” ungkapnya.
Pemkab Kukar menargetkan pembangunan dapat rampung pada akhir tahun 2026 sehingga pada awal tahun depan para siswa sudah dapat kembali belajar di gedung sekolah yang baru.
“Sekarang kita menyelesaikan administrasinya sambil inline jalan perencanaannya, karena tahapan-tahapan harus kita penuhi juga. Kalau tahapan-tahapan tidak terpenuhi, nanti akan menjadi masalah di kemudian hari,” jelasnya.
Ia menegaskan percepatan pembangunan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
“Pokoknya target kita akhir tahun ini sudah harus selesai, karena yang namanya layanan kepada masyarakat tidak ada gigi mundurnya,” tegas Aulia.


