Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Upaya mencetak pelaku usaha baru terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau. Kali ini, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau memberikan pelatihan menjahit kepada 20 warga Kecamatan Tanjung Redeb sebagai bekal untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan warga Tanjung Redeb dan belum memiliki pengalaman menjahit. Karena itu, materi yang diberikan difokuskan pada penguasaan teknik dasar, mulai dari pengenalan alat, penggunaan mesin jahit, hingga keterampilan dasar yang menjadi fondasi sebelum mengembangkan kemampuan ke tingkat yang lebih tinggi.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, keterampilan menjahit masih memiliki prospek yang baik karena kebutuhan masyarakat terhadap jasa perbaikan pakaian maupun produk fesyen selalu ada.
“Keterampilan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan keberanian memulai usaha,” ucapnya.
Karena itu, peserta didorong agar mampu memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai modal untuk membangun usaha mandiri, baik dalam skala rumahan maupun sebagai jasa menjahit yang dapat berkembang di tengah masyarakat.
Eva berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan masyarakat yang lebih kreatif, produktif, dan memiliki daya saing. Produk yang dihasilkan nantinya juga diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi mampu memiliki nilai jual sehingga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi peserta.
“Kami berharap pelatihan ini dapat melahirkan masyarakat yang kreatif, produktif, dan mampu menghasilkan produk bernilai jual sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan,” ujar Eva.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan menjahit tidak bisa dikuasai hanya melalui pelatihan singkat. Para peserta diminta terus berlatih, aktif berdiskusi dengan instruktur, serta mengembangkan keterampilan secara mandiri setelah kegiatan berakhir agar kemampuan yang dimiliki semakin terasah dan siap diterapkan dalam dunia usaha. (Adv)



