Seorang Nelayan Warga Loa Janan Diduga Tenggelam di Perairan Mahakam, Perahunya Ditemukan Hanyut Tanpa Pengemudi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Perahu yang ditemukan tanpa pengemudi di wilayah loa kulu. (Foto: Polsek Loa Kulu)
Perahu yang ditemukan tanpa pengemudi di wilayah loa kulu. (Foto: Polsek Loa Kulu)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Seorang Nelayan Warga Loa Janan Diduga Tenggelam di Perairan Mahakam, Perahunya Ditemukan Hanyut Tanpa Pengemudi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Perahu yang ditemukan tanpa pengemudi di wilayah loa kulu. (Foto: Polsek Loa Kulu)
Perahu yang ditemukan tanpa pengemudi di wilayah loa kulu. (Foto: Polsek Loa Kulu)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Seorang Nelayan Warga Loa Janan Diduga Tenggelam di Perairan Mahakam, Perahunya Ditemukan Hanyut Tanpa Pengemudi

Perahu yang ditemukan tanpa pengemudi di wilayah loa kulu. (Foto: Polsek Loa Kulu)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Seorang nelayan berinisial AH (64) diduga tenggelam di perairan Sungai Mahakam, RT 019, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (2/8/2026). Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, mengatakan dugaan tenggelamnya korban bermula saat sebuah perahu milik korban ditemukan hanyut tanpa pengemudi di lokasi yang biasa digunakan untuk menangkap ikan.

Korban diketahui merupakan seorang nelayan perikanan yang berdomisili di Jalan Teratai RT 006 RW 002, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar.

Berdasarkan informasi kepolisian, sekitar pukul 06.30 Wita, seorang saksi berangkat mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru melalui jalur sungai.

Sekitar pukul 08.00 Wita, saat kembali dari Harapan Baru dan melintasi lokasi kejadian, saksi melihat perahu ketinting milik korban berwarna biru putih hanyut tanpa ada seorang pun di atasnya.

Saksi kemudian mendekati perahu tersebut untuk memastikan kondisi korban. Setelah diperiksa, korban tidak berada di atas perahu yang sehari-hari digunakannya untuk menangkap ikan dengan metode merawai.

Korban diketahui rutin mencari ikan di sepanjang alur Sungai Mahakam, mulai dari wilayah Pongkor hingga Jembayan RT 019.
Q
Mengetahui adanya perahu kosong yang hanyut, saksi segera memberi tahu warga sekitar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada anak kandung korban untuk memastikan keberadaan ayahnya.

Namun, pihak keluarga memastikan bahwa korban belum kembali ke rumah sejak berangkat bekerja pada pagi hari.

“Berdasarkan temuan perahu kosong di alur perairan tempat korban biasa bekerja serta konfirmasi dari pihak keluarga, korban diduga kuat jatuh dan tenggelam di Perairan Sungai Mahakam RT 019 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kukar,” jelas AKP Hari Supranoto.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit perahu ketinting berwarna biru putih beserta peralatan memancing milik korban.

Saat ini, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama warga setempat. Polisi menyatakan akan memberikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan dari operasi pencarian tersebut.