Sejumlah Kawasan Pemukiman di Nunukan Terendam Banjir akibat Hujan Deras dan Air Laut Pasang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Banjir yang merendam kawasan permukiman warga di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Nunukan Timur. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Banjir yang merendam kawasan permukiman warga di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Nunukan Timur. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sejumlah Kawasan Pemukiman di Nunukan Terendam Banjir akibat Hujan Deras dan Air Laut Pasang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Banjir yang merendam kawasan permukiman warga di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Nunukan Timur. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Banjir yang merendam kawasan permukiman warga di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Nunukan Timur. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sejumlah Kawasan Pemukiman di Nunukan Terendam Banjir akibat Hujan Deras dan Air Laut Pasang

Banjir yang merendam kawasan permukiman warga di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Nunukan Timur. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Nunukan sejak Senin (3/8/2026) dini hari mengakibatkan banjir merendam sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan utama. Kondisi tersebut diperparah dengan pasangnya air laut yang menghambat aliran air menuju laut, sehingga genangan terus meningkat di beberapa titik.

Sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Jalan Lumba-Lumba, Jalan Pasar Baru, Jalan Sei Bilal, hingga Desa Binusan. Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai sepinggang orang dewasa sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasan, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan pemantauan lapangan setelah menerima laporan banjir dari masyarakat. Personel BPBD disiagakan untuk memonitor perkembangan kondisi sekaligus memberikan bantuan apabila situasi memburuk.

"Berdasarkan hasil pemantauan sementara, banjir dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi sejak dini hari dan diperparah oleh kondisi air laut yang sedang pasang. Akibatnya, debit air sulit mengalir sehingga terjadi genangan di sejumlah kawasan rendah," ujar Hasan, Senin (3/8/2026).

Menurut Hasan, hingga pagi hari air masih menggenangi sejumlah permukiman dan badan jalan. Meski belum ada laporan korban jiwa, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan langganan banjir.

"Kami mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan, menghindari melintasi jalan yang tergenang apabila arus cukup deras, serta terus memantau informasi cuaca dari BMKG maupun perkembangan kondisi dari BPBD," katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Utara kembali memperbarui peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kabupaten Nunukan pada Senin pukul 07.25 WITA.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai terjadi sejak pukul 07.30 WITA di Kecamatan Lumbis, Sebuku, Sei Menggaris, Tulin Onsoi, dan Lumbis Ogong.

Potensi cuaca ekstrem tersebut kemudian diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah lain, meliputi Kecamatan Sebatik, Nunukan, Sembakung, Krayan, Krayan Selatan, Sebatik Barat, Nunukan Selatan, Sebatik Timur, Sebatik Tengah, Sembakung Atulai, Krayan Tengah, Krayan Timur, hingga Krayan Barat.

Dalam peringatannya, BMKG menyebut kondisi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan berlangsung hingga pukul 10.30 WITA. Masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir, genangan, pohon tumbang, longsor di daerah rawan, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir.

Hasan menambahkan BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca dan dampak yang ditimbulkan. Tim reaksi cepat juga disiagakan apabila terjadi peningkatan debit air atau adanya permintaan evakuasi dari masyarakat.

"Kami terus melakukan pemantauan di lapangan. Jika curah hujan  masih tinggi dan air laut tetap pasang, genangan berpotensi bertambah. Karena itu kami meminta masyarakat tetap siaga, terutama yang berada di bantaran sungai maupun kawasan rendah yang selama ini menjadi titik rawan banjir," pungkasnya.