Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda di Kecamatan Palaran tak hanya membuka akses pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu, tetapi juga akan diproyeksikan menjadi solusi bagi anak jalanan (anjal) yang selama ini rentan putus sekolah.
Pemerintah Kota Samarinda pun menilai program tersebut dapat menjadi pintu keluar bagi anak-anak yang hidup di jalanan untuk kembali mengenyam pendidikan.
Selain memberikan pendidikan gratis, sekolah berasrama tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan anak-anak rentan ke lingkungan belajar yang lebih baik.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda, Arif Surochman, mengatakan pengalaman pada angkatan sebelumnya menunjukkan sejumlah anak jalanan telah diterima sebagai peserta didik di Sekolah Rakyat.
"Tahun lalu juga ada yang berasal dari anak jalanan. Ini menjadi salah satu solusi bagi mereka," kata Arif.
Apalagi penanganan anak jalanan tidak hanya menjadi tugas Dinas Sosial. Selama ini, pihaknya melibatkan sekolah, RT, guru, hingga keluarga agar pembinaan berjalan berkelanjutan.
Pada tahun ajaran 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda menerima sekitar 270 siswa, terdiri dari 222 siswa asal Samarinda dan 48 siswa dari luar daerah, seperti Kutai Kartanegara, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara.
Sementara itu, siswa angkatan pertama yang sebelumnya masih menempati sekolah rintisan akan segera dipindahkan ke gedung baru setelah seluruh fasilitas dinyatakan siap digunakan.
Ia mengakui pada angkatan pertama sempat ada beberapa siswa yang mengundurkan diri, meski jumlahnya relatif kecil. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sehingga peserta didik dapat bertahan hingga lulus.
"Sekarang fasilitasnya jauh lebih baik. Saya pikir orang tua mana yang tidak bangga melihat sekolah seperti ini," tuturnya.
Arif juga mengingatkan seluruh siswa agar berhati-hati selama berada di lingkungan sekolah karena masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian di kawasan tersebut.
Salah seorang orang tua siswa, Iin Indrawati, warga Pinang Seribu, Samarinda Utara, mengaku bersyukur kedua anaknya diterima di Sekolah Rakyat jenjang SMA. Ia mengetahui program tersebut melalui pendataan yang dilakukan ketua RT sebelum diarahkan ke kelurahan untuk proses seleksi.
"Senang dan bangga. Anak saya juga mau sekolah di sini. Harapan saya semoga mereka menjadi anak yang sukses dan pintar," ungkap Iin.


