Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul), Hiththan Hersya Putra, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya setelah foto dirinya bersama Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di Solo menjadi viral di media sosial.
Pengunduran diri tersebut disampaikan Hiththan melalui surat klarifikasi yang diterbitkan pada Senin (3/8/2026). Dalam surat itu, ia menyatakan siap mempertanggungjawabkan keputusannya di hadapan keluarga besar mahasiswa Unmul.
"Saya dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden BEM KM Unmul dan siap mempertanggungjawabkan diri ini di hadapan Keluarga Mahasiswa Unmul," tulis Hiththan.
Dalam klarifikasinya, Hiththan menjelaskan bahwa pertemuan dengan Joko Widodo terjadi pada 16 Juli 2026. Ia menegaskan kunjungan tersebut bersifat pribadi dan tidak membawa nama lembaga BEM KM Unmul.
Menurutnya, kedatangannya ke kediaman mantan presiden itu hanya sebagai masyarakat biasa yang berkunjung, bersalaman, dan berfoto sebagaimana pengunjung lainnya. Tidak ada agenda resmi, audiensi, maupun pembahasan terkait isu politik atau kebijakan publik.
Hiththan juga membantah adanya penerimaan uang, fasilitas, bantuan, ataupun bentuk pemberian lainnya selama pertemuan tersebut. Ia memastikan tidak ada kesepakatan maupun komunikasi yang dapat memengaruhi independensi organisasi mahasiswa yang dipimpinnya.
Meski demikian, ia mengakui kehadirannya dalam momen tersebut merupakan sebuah kelalaian dalam menjaga kepekaan sebagai Presiden BEM KM Unmul.
"Saya tetap mengakui bahwa kehadiran saya dalam momen itu adalah kelalaian dalam menjaga kepekaan posisi sebagai Presiden BEM KM Unmul," tuturnya.
Dalam pernyataannya, Hiththan juga menegaskan bahwa BEM KM Unmul tetap merupakan organisasi mahasiswa yang independen dan kritis terhadap seluruh penyelenggara negara tanpa memandang latar belakang maupun kedekatan dengan tokoh tertentu.
Ia menegaskan sikap organisasi tidak dibangun atas dasar hubungan personal, melainkan berpijak pada kepentingan rakyat dan prinsip keadilan.
"BEM KM Unmul akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah maupun pejabat publik secara konsisten," tegasnya.
Terakhir, Hiththan menegaskan dirinya tetap berkomitmen menjaga independensi gerakan mahasiswa. Ia menyadari bahwa kritik harus lahir dari posisi yang bersih, berintegritas, dan tidak terikat kedekatan dengan pihak mana pun.


