Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terdampak kekeringan akibat kemarau. Lahan pertanian di Benuo Taka yang hanya sistem pengairan tadah hujan sangat rentang mengalami kekeringan di musim kemarau.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan mengatakan, penyuluh pertanian melaporkan ada sekitar 185 hektere sawah yang terdampak kekeringan.
“Musim kemarau ini ada lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Laporan dari penyuluh pertanian mulai tanggal 18 Mei sampai 28 Juli ada sekitar 185 hektare yang mengalami kekeringan dari total 280 hektare sawah yang rentan terdampak kekeringan,” kata Gunawan, Senin (3/8/2026).
Gunawan membeberkan, ratusan hektare tanaman padi yang mengalami kekeringan akibat kemarau tersebar di Kecamatan Penajam, Kecamatan Waru dan Kecamatan Sepaku.
“Kalau lahan pertanian di Kecamatan Babulu belum ada laporan yang terdampak kekeringan keran sudah memasuki masa panen,” bebernya.
Gunawan mengungkapkan, ratusan hektare tanaman padi yang terdampak kekeringan rata-rata telah berusia 14 hingga 50 hari. Tanaman padi yang mengalami kekeringan ini pertumbuhannya tidak maksimal.
“Lahan pertanian yang terdampak kekeringan belum masuk dalam kategori puso atau gagal panen. Karena, usia tanaman baru 14 hari hingga 50 hari atau fase generatif, apalagi minggu kemarin sempat turun hujan, jadi tanaman padi mendapatkan pasokan air,” jelasnya.
Gunawan menyatakan, Distan PPU saat ini tengah menunggu laporan perkembangan lebih lanjut dari penyuluh pertanian terkait kondisi lahan pertanian yang mengalami kekeringan.
“Kami juga akan bersurat ke penyuluh pertanian untuk melaporkan perkembangan terkini mengenai lahan yang terdampak kekeringan. Setelah itu akan dilakukan langkah-langkah penanganan,” pungkasnya.


