Banner ADV

800 Hektare Lahan Pertanian Berau Masih Menganggur, DTPHP Pacu Optimalisasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

800 Hektare Lahan Pertanian Berau Masih Menganggur, DTPHP Pacu Optimalisasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

800 Hektare Lahan Pertanian Berau Masih Menganggur, DTPHP Pacu Optimalisasi

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Berau hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari total potensi lahan lebih dari 2.000 hektare, baru sekitar 1.200 hektare yang telah digarap secara produktif. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi pangan di daerah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengatakan pemerintah daerah kini memfokuskan upaya pada optimalisasi lahan tidur melalui Program Strategis Kementerian Pertanian. 

Langkah tersebut dinilai penting agar potensi pertanian yang masih besar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Menurut Lita, luasnya lahan yang belum tergarap tidak lepas dari sejumlah kendala di lapangan, salah satunya keterbatasan tenaga pendamping. Saat ini Kabupaten Berau hanya memiliki 96 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang harus melayani wilayah pertanian yang tersebar di berbagai kecamatan.

Karena itu, pendampingan sementara diprioritaskan pada lahan-lahan yang sudah produktif agar hasil panen dapat terus meningkat. Di sisi lain, pemerintah tetap berupaya memperluas jangkauan pelayanan sehingga lahan yang belum dimanfaatkan dapat mulai dikembangkan secara bertahap.

“Potensi lahan pertanian di Berau masih sangat besar. Kami terus mendorong pemanfaatannya melalui Program Strategis Kementerian Pertanian dengan dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Lita, Minggu (2/8/2026).

Ia menilai peran penyuluh menjadi kunci dalam mendorong petani mengoptimalkan lahan yang tersedia. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas penyuluh terus dilakukan agar pendampingan di lapangan semakin efektif, sekaligus mempercepat penerapan berbagai program pertanian yang digulirkan pemerintah.

Lita optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan para penyuluh mampu mempercepat pemanfaatan lahan yang selama ini belum tergarap. 

Dengan semakin luasnya lahan produktif, sektor pertanian Berau diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani. (Adv)