Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, RT 19 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (4/8/2026).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan bahwa Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban ditemukan pada atau sekitar 3,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi awal diduga tenggelam. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.
Peristiwa ini bermula pada Minggu (2/8/2026). Sekitar pukul 06.30 WITA, seorang saksi berangkat mengantar penumpang yang merupakan kru kapal melalui jalur air menuju wilayah Harapan Baru.
Sekitar pukul 08.00 WITA, saat kembali dari Harapan Baru dan melintasi lokasi kejadian, saksi melihat perahu milik korban hanyut mengapung tanpa ada pengemudi maupun penumpang di atasnya.
Merasa curiga, saksi kemudian mendekati perahu tersebut untuk memastikan keberadaan korban. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban tidak berada di atas perahu yang biasa digunakannya untuk mencari ikan dengan metode merawai.
Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai nelayan yang mencari ikan di sepanjang alur Sungai Mahakam, mulai dari wilayah Pongkor hingga Jembayan RT 19.
Mengetahui perahu korban ditemukan tanpa pemilik, saksi segera menginformasikan temuannya kepada warga sekitar. Warga kemudian menghubungi anak kandung korban untuk memastikan apakah korban telah pulang ke rumah.
Namun, pihak keluarga memastikan bahwa korban belum kembali sejak berangkat bekerja pada pagi hari.
Berdasarkan temuan perahu kosong di lokasi yang biasa digunakan korban mencari ikan serta keterangan dari keluarga, korban diduga terjatuh dari perahunya dan tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, RT 19 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian selama dua hari hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 3,5 kilometer dari titik awal kejadian. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.


