Berau Bidik Peluang Pelatihan Kerja Nasional, Pemuda Didorong Bangun Usaha Mandiri

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Berau Bidik Peluang Pelatihan Kerja Nasional, Pemuda Didorong Bangun Usaha Mandiri

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Berau Bidik Peluang Pelatihan Kerja Nasional, Pemuda Didorong Bangun Usaha Mandiri

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau berupaya memastikan generasi muda tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri. 

Kesempatan itu terbuka melalui program pelatihan kerja yang disiapkan Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026.

Program tersebut menyediakan lebih dari 4.800 ruang pelatihan yang mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan UMKM hingga sektor jasa. Pelaksanaannya akan menyasar sejumlah provinsi di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, Berau harus menjadi bagian dari daerah yang memperoleh kuota pelatihan agar masyarakat, khususnya kalangan muda, memiliki bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha.

“Kami ingin Berau ikut ambil bagian dalam program ini. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan demi masa depan putra-putri Berau,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan tersebut menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan ketenagakerjaan, termasuk setelah terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah sektor. Keterampilan yang diperoleh nantinya diharapkan mampu menjadi modal untuk membuka usaha secara mandiri, bukan sekadar mencari pekerjaan.

Saat ini, kata Gamalis, Pemkab Berau masih menunggu kepastian mengenai jumlah kuota serta jenis pelatihan yang akan dialokasikan bagi daerah. Jika telah ditetapkan, pemerintah daerah akan segera menyiapkan pelaksanaan agar masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut secara maksimal.

“Kami berupaya agar pelatihan ini juga bisa dilaksanakan di Berau. Sekarang tinggal menunggu konfirmasi terkait jumlah slot dan bidang pelatihan yang akan diberikan,” pungkasnya.