Inflasi Nunukan Juli 2026 Tembus 1,34 Persen, Harga Emas hingga Angkutan Laut Naik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmadien. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmadien. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Inflasi Nunukan Juli 2026 Tembus 1,34 Persen, Harga Emas hingga Angkutan Laut Naik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmadien. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmadien. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Inflasi Nunukan Juli 2026 Tembus 1,34 Persen, Harga Emas hingga Angkutan Laut Naik

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmadien. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 1,34 persen pada Juli 2026. Kenaikan harga tersebut tercermin dari meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 110,68 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara secara bulanan (month to month/m-to-m), Kabupaten Nunukan justru mengalami deflasi sebesar 0,74 persen. 

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmadien, mengatakan inflasi tahunan terjadi karena kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

"Pada Juli 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Nunukan sebesar 1,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,68," kata Iskandar. 

Ia menjelaskan, inflasi dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan mencapai 6,87 persen.

"Inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang tercermin dari naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,87 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,28 persen, transportasi sebesar 3,99 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,03 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,80 persen," ujarnya. 

Selain itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 1,12 persen, diikuti pakaian dan alas kaki sebesar 0,38 persen serta kesehatan sebesar 0,34 persen. Sebaliknya, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,80 persen, disusul pendidikan sebesar 0,49 persen dan rekreasi, olahraga, serta budaya sebesar 0,07 persen. 

Iskandar mengungkapkan, beberapa komoditas menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan di Kabupaten Nunukan.

"Beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi year on year tertinggi pada Juli 2026 adalah emas perhiasan sebesar 0,32 persen, diikuti nasi dengan lauk sebesar 0,24 persen, angkutan laut sebesar 0,23 persen, beras sebesar 0,13 persen, daging ayam ras sebesar 0,12 persen, batu bata atau batu tela sebesar 0,09 persen, bensin sebesar 0,06 persen, gula pasir sebesar 0,06 persen, serta sigaret kretek mesin sebesar 0,06 persen," jelasnya. 

Secara bulanan, sejumlah komoditas masih memberikan andil terhadap inflasi, antara lain bensin, bawang putih, telepon seluler, gelas minum, gado-gado, ikan dalam kaleng, mangga, lemari es, dan televisi berwarna. Namun, penurunan harga berbagai komoditas pangan membuat Kabupaten Nunukan secara keseluruhan mengalami deflasi dibandingkan Juni 2026. 

BPS juga mencatat kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi tahunan. Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas ikan layang, telur ayam ras, tomat, ikan bandeng, bawang merah, cabai rawit, bayam, bawang putih, kangkung, hingga kol putih. 

Meski demikian, Iskandar menilai perkembangan inflasi di Kabupaten Nunukan masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.

"Pada Juli 2026 Kabupaten Nunukan mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,74 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,23 persen," pungkasnya.