Jalan Padat Karya Km 8 Ditutup 3 Bulan, Pengendara Dialihkan Lewat Bangun Reksa dan Jalan Kostrad

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ruas Jalan Padat Karya Kilometer (KM) 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, ditutup sementara karena ada perbaikan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ruas Jalan Padat Karya Kilometer (KM) 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, ditutup sementara karena ada perbaikan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalan Padat Karya Km 8 Ditutup 3 Bulan, Pengendara Dialihkan Lewat Bangun Reksa dan Jalan Kostrad

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ruas Jalan Padat Karya Kilometer (KM) 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, ditutup sementara karena ada perbaikan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ruas Jalan Padat Karya Kilometer (KM) 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, ditutup sementara karena ada perbaikan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jalan Padat Karya Km 8 Ditutup 3 Bulan, Pengendara Dialihkan Lewat Bangun Reksa dan Jalan Kostrad

Ruas Jalan Padat Karya Kilometer (KM) 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, ditutup sementara karena ada perbaikan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin 

BALIKPAPAN - Ruas Jalan Padat Karya Kilometer (KM) 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara ditutup sementara selama tiga bulan seiring dimulainya proyek perbaikan jalan yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah, Selasa (4/8/2026).

Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif melalui Perumahan Bangun Reksa dan Jalan Kostrad.

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi mengatakan penutupan jalan tidak dapat dihindari karena merupakan bagian dari proses pelaksanaan proyek. 

Menurutnya, pemerintah telah melakukan koordinasi mulai dari tingkat RT, kelurahan hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta menyosialisasikan pekerjaan kepada masyarakat.

"Kalau dibilang mengganggu, pasti mengganggu karena itu bagian dari proses. Sosialisasi sudah dilakukan dua kali dan juga melalui grup WhatsApp warga. Mudah-mudahan setelah tiga bulan masyarakat bisa kembali menikmati jalan ini dengan lebih nyaman," ucap Umar 

Ia menjelaskan, Jalan Padat Karya KM 8 kini bukan lagi sekadar jalan lingkungan, melainkan telah menjadi jalan penghubung utama yang setiap hari dilalui sekitar 1.000 hingga 1.500 kendaraan. 

Untuk itu, masyarakat diimbau sementara menggunakan jalur alternatif melalui Perumahan Bangun Reksa maupun Jalan Kostrad untuk menghindari kepadatan.

"Khusus warga dari Perumahan Tamansari, Batakan, maupun yang menuju Kilometer 8, silakan memanfaatkan jalur alternatif. Sementara itu, warga di RT 61 dan RT 67 pada dasarnya masih dapat beraktivitas dengan pengaturan di lapangan," katanya.

Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman mengatakan akan terus mengawal usulan perbaikan sejak kondisi jalan mengalami longsor. 

Setiap kejadian kerusakan, laporan langsung diteruskan ke Kecamatan Balikpapan Utara dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti.

"Jalan ini sudah menjadi jalan alternatif yang sangat ramai, bukan lagi jalan lingkungan. Karena itu, kami terus melakukan tindak lanjut agar perbaikannya dapat direalisasikan pemerintah," ujar Arif.

Ia menambahkan, sebelum pekerjaan dimulai pemerintah bersama pelaksana proyek telah dua kali menggelar sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana pekerjaan dan rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan.

Sementara Ketua RT 67 Graha Indah, Syahbudin menyebut warga menyambut baik dimulainya proyek tersebut. 

Ia menjelaskan metode perbaikan yang semula direncanakan menggunakan semen suntik akhirnya diganti dengan konstruksi menyerupai jembatan karena dinilai lebih efektif untuk memperkuat struktur jalan.

"Setelah dijelaskan teknisnya oleh kontraktor, kami memahami alasan perubahan metode. Harapannya jalan ini nantinya lebih kuat dan tidak kembali mengalami kerusakan," katanya.

Ketua RT 61 Jailani A mengatakan warga mendukung pelaksanaan proyek meski untuk sementara harus memutar melalui jalur lain.

"Memang ada sedikit keluhan karena harus memutar, tetapi warga memahami ini untuk kepentingan bersama. Kami bersyukur jalan yang rusak akhirnya diperbaiki," pungkasnya.