Kebakaran Lahan di Sambaliung Dekat Pemukiman Warga, BPBD Berau Turunkan Tim Reaksi Cepat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Berau. (Foto: BPBD Berau)
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Berau. (Foto: BPBD Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebakaran Lahan di Sambaliung Dekat Pemukiman Warga, BPBD Berau Turunkan Tim Reaksi Cepat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Berau. (Foto: BPBD Berau)
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Berau. (Foto: BPBD Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebakaran Lahan di Sambaliung Dekat Pemukiman Warga, BPBD Berau Turunkan Tim Reaksi Cepat 

Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Berau. (Foto: BPBD Berau)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Bukan hanya meluas, titik kebakaran kini mulai mendekati kawasan permukiman warga. 

Kondisi tersebut terjadi di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Sambaliung, Selasa (4/8/2026) siang, ketika api menghanguskan sekitar dua hektare lahan kebun milik masyarakat.

Laporan mengenai kebakaran diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau pada pukul 14.17 Wita. Menyusul laporan tersebut, tim reaksi cepat langsung bergerak menuju lokasi untuk mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari area kebakaran.

Kepala BPBD Berau, Masyahadi Muhdi, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup panjang. Petugas mulai melakukan penanganan sekitar pukul 14.45 Wita setelah tiba di lokasi dan baru berhasil menguasai api pada pukul 16.38 Wita. Setelah api padam, tim melanjutkan proses pendinginan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

Ia menjelaskan, hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, cuaca panas yang disertai embusan angin kencang diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api di area kebun tersebut.

“Saya langsung memerintahkan Kabid Kedaruratan dan Logistik untuk mengerahkan personel TRC melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Masyahadi.

Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD, Manggala Agni, dan Disdamkartan. Sebanyak dua unit mobil pemadam khusus karhutla milik BPBD serta satu unit mobil water supply Disdamkartan diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api hingga situasi dinyatakan aman.

Rangkaian karhutla yang terjadi dalam dua hari terakhir menunjukkan tingginya potensi kebakaran di Berau. Sehari sebelumnya, Senin (3/8/2026). petugas juga menangani empat titik kebakaran sekaligus, masing-masing di Jalan Poros Samarinda Kilometer 23, kawasan Limunjan, serta dua lokasi di Labanan. Berkat respons cepat petugas, seluruh titik api berhasil dipadamkan sebelum meluas.

BPBD Berau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Selain berpotensi memicu kebakaran besar, aktivitas tersebut dapat membahayakan permukiman dan mengancam keselamatan warga di sekitarnya.