Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mengambil langkah cepat untuk mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Krayan Selatan. Distribusi logistik yang semula diberangkatkan dari Bandara Nunukan kini dialihkan melalui Bandara RA Bessing, Malinau, guna mengatasi keterbatasan jadwal penerbangan menuju wilayah terdampak.
Perubahan jalur distribusi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengiriman lebih dari empat ton bantuan yang masih menunggu untuk disalurkan kepada masyarakat di Krayan Selatan.
Kepala Subbidang Penyelamatan dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa sebelumnya pengiriman logistik telah dilakukan melalui dua kali penerbangan dari Bandara Nunukan. Namun, terbatasnya frekuensi penerbangan mendorong BPBD mencari alternatif agar proses distribusi tidak mengalami keterlambatan.
"Awalnya bantuan sudah diberangkatkan dua kali flight dari Bandara Nunukan. Karena jadwal penerbangan terbatas, kami terus berkomunikasi dengan pihak operator agar distribusi tidak terhambat. Akhirnya diputuskan menggunakan rute Malinau–Long Layu supaya bantuan bisa lebih cepat sampai ke masyarakat," ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Sejak Selasa (4/8/2026), distribusi logistik mulai dilakukan melalui Bandara RA Bessing, Malinau, menggunakan pesawat Smart Aviation tipe Pilatus dengan tujuan Bandara Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan.
BPBD menargetkan sedikitnya tujuh kali penerbangan dari Malinau untuk mengangkut sisa bantuan yang belum terkirim. Pada hari pertama pelaksanaan, tiga penerbangan berhasil dilakukan sesuai rencana.
Apabila seluruh target penerbangan dari Malinau terealisasi, maka total pengiriman bantuan melalui jalur udara akan mencapai sembilan kali penerbangan, termasuk dua penerbangan yang sebelumnya telah diberangkatkan dari Nunukan.
"Targetnya tujuh flight dari Malinau. Sebelumnya sudah dua flight dari Nunukan, sehingga total keseluruhan menjadi sembilan penerbangan sampai seluruh logistik tersalurkan," kata Hasanuddin.
Dalam setiap penerbangan, pesawat mengangkut sekitar 600 hingga 700 kilogram logistik. Selain membawa bantuan, penerbangan tersebut juga mengangkut personel BPBD yang bertugas mendampingi proses distribusi di lokasi agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Bantuan yang dikirim meliputi beras, bahan kebutuhan pokok, paket sembako, serta susu formula yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.
Hasanuddin menegaskan, seluruh logistik berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemkab Nunukan. Hingga saat ini, jalur udara masih menjadi satu-satunya pilihan paling efektif karena akses darat menuju Krayan Selatan belum dapat dilalui untuk pengangkutan logistik dalam jumlah besar.
Meski proses distribusi terus dioptimalkan, keberangkatan pesawat tetap bergantung pada kesiapan armada. Untuk jadwal penerbangan Rabu (5/8/2026), BPBD masih menunggu hasil inspeksi teknis terhadap pesawat Smart Aviation yang dilakukan di Tarakan sebelum kembali melayani rute Malinau–Long Layu.
"Kami berharap penerbangan dapat segera dilanjutkan setelah inspeksi selesai. Fokus kami adalah memastikan seluruh bantuan secepatnya tiba sehingga kebutuhan dasar masyarakat di Krayan Selatan tetap terpenuhi," pungkasnya.


