Banner ADV

Disbudpar Berau Soroti Infrastruktur Dasar Maratua, Air Bersih Hingga Abrasi Jadi Ancaman Pariwisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Disbudpar Berau Soroti Infrastruktur Dasar Maratua, Air Bersih Hingga Abrasi Jadi Ancaman Pariwisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Disbudpar Berau Soroti Infrastruktur Dasar Maratua, Air Bersih Hingga Abrasi Jadi Ancaman Pariwisata

Pulau Maratua. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Keindahan Pulau Maratua sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Berau dinilai belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur dasar yang memadai. 

Persoalan air bersih, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), pengelolaan sampah, hingga abrasi pesisir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar sektor pariwisata terus berkembang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan berbagai persoalan tersebut menjadi temuan utama setelah pihaknya melakukan dialog dengan masyarakat, pelaku usaha wisata, dan meninjau langsung sejumlah lokasi di Pulau Maratua. 

Menurutnya, masalah yang selama ini dikeluhkan tidak hanya berdampak pada kenyamanan wisatawan, tetapi juga memengaruhi aktivitas masyarakat setempat.

“Keluhan yang paling banyak kami terima berkaitan dengan ketersediaan air bersih, BBM, pengelolaan sampah, serta abrasi di beberapa kawasan pesisir,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Disbudpar melakukan pemantauan ke sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari SPBU, embung air baku, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dermaga, hingga titik-titik yang mengalami abrasi. 

Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar penanganan dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.

Yudha menilai pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan promosi atau keindahan alam. Infrastruktur penunjang dan pelayanan dasar harus menjadi perhatian utama agar wisatawan memperoleh pengalaman yang baik saat berkunjung ke Maratua.

Karena itu, Disbudpar mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. Misalnya, penyediaan air baku memerlukan keterlibatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sementara penanganan persoalan lain juga membutuhkan dukungan instansi terkait.

“Pengembangan Maratua tidak bisa dikerjakan oleh satu OPD saja. Semua harus bergerak bersama sesuai tugas dan kewenangannya agar persoalan yang ada dapat diselesaikan lebih cepat,” katanya.

Ia menambahkan, pembenahan infrastruktur dasar merupakan investasi penting bagi masa depan pariwisata Berau. Apabila kebutuhan dasar seperti air bersih, energi, kebersihan lingkungan, dan perlindungan kawasan pesisir dapat terpenuhi, daya saing Maratua sebagai destinasi wisata unggulan diyakini akan semakin meningkat sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat. (Adv)