Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Ballroom Hotel Mercure Berau menjadi momentum bagi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas untuk mengajak seluruh masyarakat memperkuat aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, peringatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa ancaman perubahan iklim kini semakin nyata dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja Untuk Iklim” merupakan seruan agar masyarakat tidak hanya peduli, tetapi juga bergerak melalui tindakan sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan.
“Sudah saatnya kita membuktikan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah ataupun komunitas pecinta lingkungan,” tegasnya.
Sri mengungkapkan, Kabupaten Berau memiliki kekayaan hutan tropis, pesisir, dan keanekaragaman hayati yang menjadi aset penting, tidak hanya bagi Kalimantan Timur tetapi juga Indonesia. Namun di sisi lain, tantangan pengelolaan lingkungan juga terus meningkat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, timbulan sampah di Berau mencapai 54.568 ton, dengan tingkat pengelolaan sebesar 67,67 persen. Artinya, masih terdapat sekitar sepertiga sampah yang perlu dikelola lebih baik.
Karena itu, Sri mengajak masyarakat, dunia usaha, sekolah hingga berbagai komunitas menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama. Menurutnya, kebiasaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, menanam pohon, menghemat energi dan air, menjaga kebersihan sungai, hingga mencegah pembakaran lahan merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Seluruh investasi dan aktivitas usaha di Berau diharapkan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, efisiensi energi, pengelolaan limbah yang baik, serta memiliki tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau juga menyerahkan berbagai penghargaan, bantuan, dan bentuk apresiasi kepada sekolah, perusahaan, kampung, fasilitas pelayanan kesehatan, mitra pembangunan, hingga petugas kebersihan dan pertamanan yang dinilai berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Bupati berharap penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, bukan sekadar simbol pencapaian.
“Kepada sekolah penerima Adiwiyata, terus tanamkan budaya cinta lingkungan kepada peserta didik. Kepada perusahaan penerima Proper, jadilah contoh bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Begitu pula kampung penerima bantuan pengelolaan sampah, manfaatkan fasilitas ini untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Tak lupa, Sri mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai titik awal memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong menjaga bumi.
“Saya yakin apabila seluruh elemen masyarakat bersatu, Kabupaten Berau akan mampu menjadi daerah yang asri, tangguh menghadapi perubahan iklim, serta tetap menjadi rumah yang nyaman bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.


