Tingkatkan Hasil Panen, Distan PPU Berencana Terapkan Metode Tanam PM-AAS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tingkatkan Hasil Panen, Distan PPU Berencana Terapkan Metode Tanam PM-AAS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tingkatkan Hasil Panen, Distan PPU Berencana Terapkan Metode Tanam PM-AAS

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana menerapkan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di musim tanam Oktober 2026-Maret 2027 (Okmar). 

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan, PM-AAS akan mulai diuji coba di lahan pertanian seluas 893 Hektare (Ha) di Kecamatan Babulu pada musim tanam pada Oktober 2026. 

“Program PM-AAS akan mulai diterapkan pada Oktober mendatang,” kata Gunawan, Kamis (6/8/2026). 

Gunawan mengungkapkan, PM-AAS merupakan salah satu inovasi modernisasi pertanian yang dicetuskan Kementerian Pertanian (Kementan). PM-AAS ini merupakan gabungan sistem tanam tabur langsung (tabela) dengan jajar legowo. 

“PM-AAS ini sistem tanam tabur langsung yang berjarak seperti jajar legowo,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan, sistem tanam PM-AAS membutuhkan benih padi yang lebih banyak dibandingkan sistem tanam tabela dan jajar legowo sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen. 

“Metode tanam PM-AAS ini tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Bahkan dalam satu hektare bisa ditangani satu orang dan bisa menghemat ongkos tanam,” terangnya. 

Untuk tahap awal penerapan PM-AAS, kata Gunawan, Distan PPU akan menggerakkan 18 Brigade Pangan yang memiliki kelengkapan alat mesin pertanian. Brigade Pangan nantinya akan mulai menerapkan metode PM-ASS dan diharapkan menjadi percontohan bagi petani lainnya. 

“Kami berharap penerapan metode PM-AAS dapat meningkatkan hasil panen minimal 5 ton per hektare. Karena rata-rata hasil panen di Benuo Taka hanya kisaran 3 sampai 4 ton per hektare,” pungkasnya.