Banner ADV

Layanan Kesehatan Digital Berau Belum Maksimal, Jaringan Internet Jadi Kendala

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Layanan Kesehatan Digital Berau Belum Maksimal, Jaringan Internet Jadi Kendala

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Layanan Kesehatan Digital Berau Belum Maksimal, Jaringan Internet Jadi Kendala

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan berbasis digital. Sejumlah Puskesmas, khususnya yang berada di wilayah pedalaman, hingga kini belum menikmati akses internet yang memadai. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan persoalan tersebut terungkap dalam hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Dari evaluasi yang dilakukan, masih terdapat sejumlah Puskesmas yang belum terhubung dengan jaringan internet, sehingga pemenuhan layanan digital kesehatan belum berjalan secara optimal.

“Temuan BPK menunjukkan cakupan jaringan internet di puskesmas saat ini baru sekitar 70 persen. Artinya masih ada sekitar 20 persen lebih fasilitas kesehatan yang belum memiliki akses internet,” ujarnya.

Menurut Didi, wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan didominasi Puskesmas yang berada di Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah. Lokasi yang jauh dari pusat layanan telekomunikasi menjadi salah satu faktor utama yang menghambat perluasan jaringan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, ia menyebut kebutuhan internet pada kantor-kantor kampung di Kabupaten Berau telah terpenuhi seluruhnya. Namun, pada tahun ini pemerintah daerah belum mengalokasikan anggaran tambahan untuk memperluas jaringan internet ke lokasi baru, sehingga upaya pemerataan harus dilakukan melalui strategi lain.

“Kami tidak memiliki penambahan kuota jaringan internet pada tahun ini. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dengan operator seluler agar mereka dapat membantu memperluas cakupan layanan di wilayah yang masih blank spot,” jelasnya.

Diskominfo berharap dukungan dari perusahaan penyedia layanan telekomunikasi mampu mempercepat konektivitas di seluruh Puskesmas. Keberadaan internet dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menunjang sistem layanan kesehatan modern, mulai dari pengiriman laporan medis secara daring, proses rujukan pasien, hingga penerapan program digitalisasi kesehatan yang terus dikembangkan pemerintah.

Dengan meningkatnya akses internet di fasilitas kesehatan, pemerintah optimistis kualitas pelayanan kepada masyarakat akan semakin cepat, akurat, dan efisien, termasuk bagi warga yang tinggal di kawasan terpencil Kabupaten Berau. (Adv)