Tokoh Agama, Adat dan Etnis Bersatu,  Tegaskan Komitmen Tolak Provokasi SARA di Nunukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para tokoh agama, etnis dan Forkopimda bersama Bupati dan Wakil Bupati Nunukan membahas kondusifitas pasca dugaan ujaran kebencian di media sosial belum lama ini. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Para tokoh agama, etnis dan Forkopimda bersama Bupati dan Wakil Bupati Nunukan membahas kondusifitas pasca dugaan ujaran kebencian di media sosial belum lama ini. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tokoh Agama, Adat dan Etnis Bersatu,  Tegaskan Komitmen Tolak Provokasi SARA di Nunukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para tokoh agama, etnis dan Forkopimda bersama Bupati dan Wakil Bupati Nunukan membahas kondusifitas pasca dugaan ujaran kebencian di media sosial belum lama ini. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Para tokoh agama, etnis dan Forkopimda bersama Bupati dan Wakil Bupati Nunukan membahas kondusifitas pasca dugaan ujaran kebencian di media sosial belum lama ini. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tokoh Agama, Adat dan Etnis Bersatu,  Tegaskan Komitmen Tolak Provokasi SARA di Nunukan

Para tokoh agama, etnis dan Forkopimda bersama Bupati dan Wakil Bupati Nunukan membahas kondusifitas pasca dugaan ujaran kebencian di media sosial belum lama ini. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan 

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh etnis, dan perwakilan paguyuban guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memastikan stabilitas daerah tetap terpelihara.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Kamtibmas yang berlangsung di Ruang VIP Forkopimda, Kantor Bupati Nunukan. Pertemuan dipimpin langsung Bupati Nunukan H Irwan Sabri didampingi Wakil Bupati Hermanus sebagai respons atas munculnya unggahan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial yang sempat memicu perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Irwan menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kabupaten Nunukan merupakan modal sosial yang harus dijaga bersama. Menurutnya, setiap persoalan yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat harus disikapi secara bijaksana tanpa mengorbankan nilai persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan daerah perbatasan tersebut.

"Nunukan adalah rumah bersama bagi berbagai suku, agama dan budaya. Keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui kebersamaan dan toleransi," ujar Irwan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang dinilai bergerak cepat menangani persoalan tersebut melalui mekanisme hukum, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap berada dalam kondisi kondusif.

Wakil Bupati Hermanus turut mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Ia menilai penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu keharmonisan masyarakat.

Menurut Hermanus, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain, Kabupaten Nunukan membutuhkan situasi yang aman, damai dan harmonis agar aktivitas masyarakat maupun pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan.

Sementara itu, Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni mengimbau masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Ia meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta menyerahkan penanganan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam rapat tersebut, tokoh agama, tokoh adat, tokoh etnis dan perwakilan berbagai paguyuban juga menyampaikan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Nunukan. Mereka sepakat mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum dan musyawarah serta memperkuat komunikasi lintas etnis sebagai upaya mencegah munculnya konflik sosial.

Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas daerah. Seluruh peserta juga sepakat mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif, sekaligus mendukung penuh proses penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.

Sebagai bentuk komitmen bersama menjaga persatuan dan kerukunan, para tokoh adat dan paguyuban berencana menggelar deklarasi damai yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Deklarasi tersebut diharapkan menjadi simbol kuat bahwa Kabupaten Nunukan tetap berdiri sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan dan semangat kebhinekaan.