Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Dugaan aksi premanisme dengan modus meminta jatah minyak kepada kapal yang melintas di perairan Sungai Mahakam menuju kawasan Harapan Baru, Kota Samarinda viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/8/2026) pukul 23.00 WITA. Sebuah video berdurasi 41 detik yang beredar luas memperlihatkan sekelompok orang menggunakan perahu ketinting mendekati sebuah kapal yang sedang melintas di alur Sungai Mahakam.
Dalam rekaman video tersebut, kelompok yang menggunakan perahu ketinting tampak berupaya mendekati kapal tunda (tugboat) milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra atau TB MTS 108.
Namun, mereka tidak sempat naik ke atas kapal karena dihalangi oleh dua orang Aparat Penegak Hukum (APH) yang sebelumnya sudah lebih dulu berada di lokasi.
Situasi kemudian memanas. Kedua belah pihak terlihat saling berdebat dan merekam kejadian menggunakan telepon genggam masing-masing sebagai dokumentasi.
Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, kelompok tersebut disebut meminta jatah minyak kepada kapal yang melintas dengan dalih uang keamanan. Tapi tudingan tersebut dibantah oleh Ganda, salah satu anggota kelompok.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (6/8/2026), Ganda menegaskan kedatangan mereka bukan untuk melakukan pemalakan ataupun meminta minyak kepada kru kapal.
Ia mengaku kelompoknya datang untuk melakukan pengawalan terhadap kapal bunker yang melintas di kawasan tersebut.
"Kami datang bukan untuk meminta minyak. Kami datang untuk mengawal kapal bunker," ungkapnya.
Sebab tidak diperbolehkan naik ke atas kapal, kata dia, rekannya kemudian menempelkan perahu ketinting yang ia gunakan ke tugboat yang sedang bergerak itu.
Ganda juga mengklaim sebelum kejadian berlangsung, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan kru kapal terkait kedatangan mereka.
Namun, kata dia, situasi berubah menjadi tegang hingga terjadi dugaan tindakan kekerasan terhadap salah seorang anggota kelompok Ganda.
Ia menyebut salah satu rekannya diduga menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut. Akibatnya, adu mulut antara kedua belah pihak tidak dapat dihindari dan berlangsung di tengah perairan Sungai Mahakam.
Selain itu, Ganda juga mengaku kelompoknya mendapat ancaman dari salah seorang oknum aparat yang berada di lokasi.
"Saya datang bukan mau menyerang dan dikira preman. Kami datang baik-baik. Kami juga tidak bawa senjata, tidak ada. Bahkan dari pihak oknum aparat itu mengancam dengan senpi," kata Ganda.


