Pria Asal NTT Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamar Kos di Sebatik Barat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Petugas dari Polsek Sebatik Barat saat mengevakuasi jenazah korban gantung diri di kamar kosnya (Foto: Polres Nunukan)
Petugas dari Polsek Sebatik Barat saat mengevakuasi jenazah korban gantung diri di kamar kosnya (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pria Asal NTT Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamar Kos di Sebatik Barat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Petugas dari Polsek Sebatik Barat saat mengevakuasi jenazah korban gantung diri di kamar kosnya (Foto: Polres Nunukan)
Petugas dari Polsek Sebatik Barat saat mengevakuasi jenazah korban gantung diri di kamar kosnya (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pria Asal NTT Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamar Kos di Sebatik Barat

Petugas dari Polsek Sebatik Barat saat mengevakuasi jenazah korban gantung diri di kamar kosnya (Foto: Polres Nunukan)

Reporter: Diansyah| Editor: Buniyamin 

NUNUKAN – Warga Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kamar kosnya, sekitar pukul 17.00 WITA.

Korban diketahui bernama Andreas Goleng (25), seorang petani asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. 

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istrinya, Nadiah sepulang bekerja memasang bentangan rumput laut.

Kasubsi Penmas Polres Nunukan, Ipda Idris, menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal sebelum kejadian, Nadiah masih berada di lokasi kerjanya hingga sekitar pukul 16.30 WITA. 

Setibanya di rumah kos yang mereka tempati di Jalan Dawing, RT 06, Desa Liang Bunyu, sekitar pukul 17.00 WITA, saksi mendapati pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.

Nadiah kemudian berulang kali mengetuk pintu sambil memanggil nama suaminya, tapi tidak ada respons dari dalam kamar.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, ia meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu. Upaya pertama menggunakan sebatang kayu tidak berhasil karena ukuran kayu terlalu besar.

Beberapa saat kemudian, seorang warga membawa pisau kecil yang digunakan untuk mencungkil pintu hingga akhirnya berhasil dibuka.

"Saat pintu terbuka, pelapor melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di dalam kamar. Pelapor kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sebatik Barat," kata Idris kepada awak media, Kamis (6/8/2026).

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Sebatik Barat bersama tim terkait segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah korban, serta mengumpulkan keterangan dari pelapor dan sejumlah saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa.

Menurut Idris, hingga saat ini penyebab pasti kematian Andreas masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian masih mendalami seluruh fakta dan bukti yang ditemukan di lokasi sebelum menyimpulkan penyebab kematian korban.

"Peristiwa ini masih dalam penanganan kepolisian. Kami telah melakukan olah TKP, meminta keterangan dari pelapor dan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Polres Nunukan juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Kepolisian menegaskan seluruh perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.

"Kami mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Semua fakta akan disampaikan sesuai hasil pemeriksaan penyidik," pungkasnya.