Banner ADV

Ubur-Ubur Kakaban Kembali Bermunculan, Wisatawan Diingatkan Berhati-hati saat Berenang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ubur ubur di Danau Kakaban. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Ubur ubur di Danau Kakaban. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ubur-Ubur Kakaban Kembali Bermunculan, Wisatawan Diingatkan Berhati-hati saat Berenang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ubur ubur di Danau Kakaban. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Ubur ubur di Danau Kakaban. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ubur-Ubur Kakaban Kembali Bermunculan, Wisatawan Diingatkan Berhati-hati saat Berenang

Ubur ubur di Danau Kakaban. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kemunculan kembali ubur-ubur tak menyengat di Danau Kakaban, Kabupaten Berau menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pariwisata dan konservasi di Kabupaten Berau. 

Setelah sempat sulit ditemukan selama kurang lebih tiga tahun akibat penurunan populasi, satwa endemik yang menjadi ikon Pulau Kakaban itu kini mulai terlihat kembali di perairan danau purba tersebut.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemulihan ekosistem Danau Kakaban masih sangat rentan. Karena itu, setiap wisatawan yang berkunjung diminta tidak hanya menikmati keindahan bawah air, tetapi juga mematuhi seluruh aturan konservasi yang telah diterapkan demi menjaga kelestarian habitat ubur-ubur langka tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan munculnya kembali ubur-ubur tak menyengat merupakan sinyal positif bahwa kondisi ekosistem Danau Kakaban mulai membaik. Namun, menurutnya, keberhasilan itu harus dijaga bersama melalui kedisiplinan seluruh pengunjung.

Danau Kakaban merupakan salah satu destinasi wisata berbasis konservasi yang dimiliki Berau. Keunikan ubur-ubur tak menyengat menjadi daya tarik yang tidak dimiliki banyak daerah di dunia. Karena itu Dispar mengajak seluruh wisatawan untuk menikmati keindahannya dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku. 

“Pariwisata dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan agar kekayaan alam ini tetap bisa dinikmati generasi mendatang,” ujar Yudha.

Ia menjelaskan, setiap wisatawan dilarang menggunakan sunscreen, lotion maupun bahan kimia lainnya sebelum masuk ke danau karena kandungan zat kimia dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air yang tertutup dan berdampak terhadap kelangsungan hidup ubur-ubur. 

Selain itu, pengunjung juga tidak diperbolehkan menggunakan fin atau kaki katak karena hentakan air berpotensi melukai tubuh ubur-ubur yang sangat rapuh.

Tak hanya itu, wisatawan juga diminta tidak menyentuh, menggenggam, maupun mengangkat ubur-ubur ke permukaan air. Satwa tersebut harus tetap berada di habitat alaminya karena perubahan kondisi saat berada di luar air dapat menyebabkan stres bahkan kematian. 

“Kami juga menghimbau pengunjung berenang secara perlahan, tidak melompat ke dalam danau, tidak membawa maupun mengambil biota dari kawasan Danau Kakaban, serta membawa kembali seluruh sampah pribadi agar kawasan tetap bersih,” tambahnya.

Menurut Yudha, edukasi kepada wisatawan akan terus diperkuat melalui pemandu wisata dan pengelola kawasan. Dengan meningkatnya kesadaran pengunjung, Disbudpar berharap kemunculan kembali ubur-ubur tak menyengat menjadi awal kebangkitan ekowisata Kakaban sekaligus bukti bahwa pelestarian alam mampu berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau. (Adv)