Merah Putih Sepanjang 81 Meter Berkibar di Sebatik, Simbol Nasionalisme dari Beranda Terdepan NKRI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Pulau Sebatik (Foto: Prokopim Nunukan)
Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Pulau Sebatik (Foto: Prokopim Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Merah Putih Sepanjang 81 Meter Berkibar di Sebatik, Simbol Nasionalisme dari Beranda Terdepan NKRI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Pulau Sebatik (Foto: Prokopim Nunukan)
Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Pulau Sebatik (Foto: Prokopim Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Merah Putih Sepanjang 81 Meter Berkibar di Sebatik, Simbol Nasionalisme dari Beranda Terdepan NKRI

Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Pulau Sebatik (Foto: Prokopim Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Semangat nasionalisme berkobar di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, saat ribuan peserta mengikuti Kirab Kebangsaan dan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter. 

Kegiatan yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA).

Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk menegaskan bahwa wilayah perbatasan merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.

Gubernur Kaltara H Zainal Arifin Paliwang mengatakan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter memiliki makna yang sangat penting menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, Pulau Sebatik merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga semangat nasionalisme harus terus dipupuk dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Perbatasan bukanlah garis pemisah, melainkan beranda depan Indonesia," tegas Zainal.

Sementara itu, Bupati Nunukan H Irwan Sabri memberikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Irwan menilai pembentangan Bendera Merah Putih tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga merepresentasikan semangat persatuan seluruh elemen masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan.

"Hari ini kita tidak hanya membentangkan kain Merah Putih sepanjang 81 meter. Kita membentangkan semangat, kita membentangkan persatuan, kita membentangkan cinta kepada Indonesia," ujarnya.

Selain menguatkan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan tersebut juga ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA). Program yang diinisiasi Kementerian Agama itu bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan ramah anak.

Bupati menegaskan, gerakan tersebut menjadi langkah strategis dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, hingga penyalahgunaan teknologi digital yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga harus memastikan setiap anak memperoleh ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk ancaman.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Deklarasi GERNAS RANA oleh para pemangku kepentingan, dilanjutkan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak-anak di Kaltara.