DPRD Kutim Dorong Perusahaan Buka Lebih Banyak Lapangan Kerja di Tengah Isu PHK

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Kutim Dorong Perusahaan Buka Lebih Banyak Lapangan Kerja di Tengah Isu PHK

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Kutim Dorong Perusahaan Buka Lebih Banyak Lapangan Kerja di Tengah Isu PHK

Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) didorong memperluas penyerapan tenaga kerja di tengah kekhawatiran terhadap potensi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tingkat nasional.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki daerah. 

Menurutnya, aktivitas ekonomi dari sektor SDA harus memberikan dampak lebih besar terhadap masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan pekerjaan.

"Kita optimis karena daerah kita merupakan penghasil sumber daya alam yang strategis bagi nasional. Semangatnya harus di situ, kita tidak boleh pesimis dan harus memaksimalkan kinerja pemerintah untuk menitikberatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Jimmi.

Ia menilai perusahaan tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan. Di tengah tantangan ekonomi dan ancaman PHK, korporasi juga perlu mengambil peran dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

"Inilah pentingnya sumber daya alam terus digali, tetapi harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Harus ada upaya membuka lapangan kerja lebih besar, artinya sedikit mengurangi keuntungan korporasi demi kemaslahatan masyarakat," tegasnya.

Menurut Jimmi, tantangan ekonomi tidak cukup dihadapi hanya dengan kebijakan pemerintah. Pengelolaan SDA, belanja pemerintah dan aktivitas investasi perusahaan harus diarahkan untuk menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

"Efisiensi ini membuka semua mindset kita untuk memaksimalkan titik-titik produktif ekonomi. Pokoknya bagaimana caranya semua pihak punya peran aktif, karena tanggung jawab ini kita pikul bersama demi pertumbuhan ekonomi ke depan," pungkasnya.