Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Polemik komentar bernada tidak pantas yang diduga dilakukan seorang pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang juga seorang dokter RSUD IA Moeis di media sosial menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Menyikapi kasus tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Samarinda berencana menggelar webinar khusus sebagai pengingat bagi para tenaga medis agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Ketua IDI Cabang Samarinda, Andriansyah mengatakan peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bagi seluruh dokter, terlepas dari proses penanganan yang masih berjalan.
"Kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi teman-teman sejawat dokter, khususnya di Samarinda, agar lebih bijaksana menggunakan media sosial," ujar Adriansyah, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, IDI sebenarnya telah memiliki panduan mengenai etika bermedia sosial. Tapi, panduan tersebut dinilai belum tersosialisasi secara optimal kepada para tenaga medis.
"Kita ada semacam buku panduan, tapi memang belum tersosialisasi dengan baik," katanya.
Terkait dugaan pelanggaran etik, Andriansyah menegaskan IDI belum dapat memberikan penilaian terhadap peristiwa tersebut.
Sebab, setiap dugaan pelanggaran harus melalui mekanisme organisasi, termasuk investigasi oleh Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK).
"Beliau bukan anggota IDI, itu sudah. Jadi kami tidak punya kewenangan memanggil beliau karena bukan anggota," jelasnya.
Namun secara umum, apabila nantinya ditemukan indikasi pelanggaran etik, maka penanganannya akan dilakukan sesuai prosedur oleh MKEK.
Andriansyah menilai kasus tersebut lebih merupakan persoalan pribadi yang terjadi di media sosial dan bukan hubungan langsung antara dokter dengan pasien di rumah sakit.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa profesi dokter tetap melekat pada setiap individu, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital.
"Apa pun bentuk ungkapan yang berkaitan dengan kesakitan atau penderitaan pasien, sebagai manusia biasa saja kita harus berempati, apalagi sebagai seorang dokter," pungkasnya.


