Kasus Kematian Picu Aksi Massa di Tabang, Satu Rumah Dibakar Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aksi massa terjadi di wilayah Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026). Ratusan warga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sebuah rumah (Foto: Istimewa)
Aksi massa terjadi di wilayah Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026). Ratusan warga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sebuah rumah (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kasus Kematian Picu Aksi Massa di Tabang, Satu Rumah Dibakar Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aksi massa terjadi di wilayah Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026). Ratusan warga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sebuah rumah (Foto: Istimewa)
Aksi massa terjadi di wilayah Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026). Ratusan warga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sebuah rumah (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kasus Kematian Picu Aksi Massa di Tabang, Satu Rumah Dibakar Warga

Aksi massa terjadi di wilayah Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026). Ratusan warga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sebuah rumah (Foto: Istimewa)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Aksi massa terjadi di wilayah Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026). 

Ratusan warga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sebuah rumah. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, terlihat warga berkerumun di sekitar sebuah rumah yang kemudian terbakar. Sejumlah warga juga tampak membawa senjata tajam.

Selain melakukan pembakaran, massa juga terlihat mendatangi sejumlah lokasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah menjadi perhatian warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut dipicu tuntutan warga agar aparat penegak hukum memberikan kejelasan terkait insiden yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander membenarkan adanya aksi massa tersebut.

Ia mengatakan warga mendesak agar proses hukum terhadap perkara tersebut segera dilakukan.

"Jadi beberapa waktu lalu terjadi insiden yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Di mana setelah ditelusuri dalam insiden itu  ada dugaan pengeroyokan oleh sejumlah orang hingga menyebabkan korban meninggal dunia, sehingga para warga ini meminta kejelasan terkait adanya insiden itu," ujar Asmi.

Menurutnya, insiden tersebut melibatkan sejumlah anak muda. Sementara rumah yang dibakar berada di wilayah Desa Bila Talang dan disebut berada di sekitar lokasi kejadian sebelumnya.

"Terlibat insiden itu anak muda. Untuk rumah yang dibakar itu di wilayah Bila Talang, pas di depannya TKP, memang itu wilayah tempat anak-anak muda sering ngumpul," jelasnya.

Camat mengatakan proses penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung. Aparat sebelumnya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Saya kurang paham ya pelakunya ini apakah sudah diproses, karena kan baru proses penyelidikannya, kemarin itu baru selesai hasil olah TKP, makanya setelah itulah mencuat nama-nama yang diduga bagian dari pelaku itu. Nah ini yang diminta oleh para masyarakat itu untuk segera diproses hukumnya," ungkapnya.

Ia menyebut, insiden yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 Wita.

"Untuk masa ini bergerak sudah ini, sudah berada di Polsek Tabang menyampaikan ini, tuntutan mereka gitu," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti jumlah rumah maupun lokasi lain yang didatangi massa dalam aksi tersebut. Perkembangan penanganan perkara serta situasi keamanan di Tabang masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut.