Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mewanti-wanti pelaksanaan Pilkada dan Pileg mendatang harus berlangsung lebih sehat dan bermartabat, tanpa mengandalkan politik uang untuk meraih dukungan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (8/8/2026).
Ia melihat partai politik saat ini sudah mulai menghidupkan mesin politik menjelang kontestasi legislatif maupun Pilkada 2029 mendatang.
Andi Harun menyebut dirinya akan mendukung calon kepala daerah yang mengusung kualitas, keberlanjutan, serta pelaksanaan Pilkada yang sehat.
"Saya mungkin akan mendukung calon kepala daerah yang benar-benar mengusung tentang kualitas," kata Andi Harun.
Menurutnya, calon kepala daerah seharusnya tidak lagi menjadikan uang sebagai cara utama memperoleh dukungan.
Sebab, besarnya biaya politik dikhawatirkan dapat memunculkan persoalan ketika calon tersebut telah menduduki jabatan.
Ia menilai kepala daerah yang mengeluarkan biaya besar untuk memenangkan kontestasi berpotensi terdorong mencari cara untuk mengembalikan modal politiknya.
"Kita nggak bisa jamin kalau tidak menimbulkan efek kepemimpinan yang koruptif, yang tidak berpikir bagaimana mengembalikan dengan cara-cara yang tidak benar," tuturnya.
Untuk itu, Andi Harun berharap para calon kepala daerah ke depan berani membuat deklarasi atau pernyataan terbuka kepada masyarakat untuk tidak menggunakan politik uang.
Menurutnya, cara mendapatkan dukungan seharusnya dilakukan dengan bekerja dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
"Karena kalau mengandalkan money politic ujung-ujungnya nanti korupsi. Ujung-ujungnya nanti penyalahgunaan wewenang," tegasnya.
Andi Harun juga menilai kesadaran masyarakat Samarinda terhadap kualitas demokrasi semakin meningkat.
Pendidikan politik yang semakin baik, menurutnya, turut membuat politik uang tidak lagi menjadi satu-satunya penentu pilihan masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan uang mulai kehilangan efektivitasnya dalam menentukan hasil pemilihan.
Ia mencontohkan sejumlah calon pada kontestasi politik sebelumnya yang telah mengeluarkan banyak uang, tetapi tetap tidak terpilih.
Andi Harun pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya politik yang lebih sehat di Samarinda dengan tidak menjadikan uang sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pilihan politik.
"Walaupun masih ada, mungkin uangnya akan diambil, tapi tetap masyarakat akan memilih calon yang berkualitas," pungkasnya.


