Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Kerusakan siring di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb yang sebelumnya dihantam kapal pengangkut kontainer milik PT SPIL, kini justru menjadi pintu masuk bagi Pemkab Berau untuk membenahi kawasan tepian yang menjadi salah satu ikon kota.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas memastikan seluruh kerusakan akibat insiden tersebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
PT SPIL telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab memperbaiki fasilitas yang terdampak.
Tak hanya memperbaiki bagian siring yang rusak akibat benturan, perusahaan juga ikut merapikan sejumlah fasilitas di sepanjang kawasan tepian. Mulai dari papan yang mengalami kerusakan, konstruksi yang bengkok, lampu penerangan yang ikut terdampak hingga jembatan dermaga rajjanta.
“Pertama, saya menyampaikan terima kasih karena SPIL mau bertanggung jawab untuk merapikan, sekaligus minta dari ujung ke ujung yang memang sudah rusak diperbaiki,” ujar Sri.
Menurutnya, kesempatan tersebut tidak ingin dilewatkan hanya untuk mengembalikan kondisi siring seperti semula.
Pemkab ingin kawasan tepian ditata lebih baik, sehingga kembali nyaman bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Salah satu perhatian Bupati adalah kondisi di bawah bangunan tempat masyarakat menunggu atau beraktivitas di kawasan tepian.
Tumpukan sampah yang selama ini sulit dibersihkan secara manual akan dikeluarkan menggunakan peralatan milik perusahaan.
“Sampah-sampah yang ada di bawah dermaga rajjanta saya minta untuk ditutup dan dirapikan. Sampahnya dikeluarkan, karena kita enggak bisa pakai tenaga manual,” katanya.
PT SPIL, lanjutnya, juga telah menyatakan kesediaan menyediakan alat berat untuk membantu proses pembersihan. Dengan dukungan peralatan tersebut, sampah dan material yang berada di bawah konstruksi tepian diharapkan dapat segera diangkat sehingga kawasan tersebut lebih bersih.
“Beliau bersedia menyiapkan alat. Jadi alat masuk, sampah sudah enggak ada lagi,” lanjutnya.
Pembenahan ini ditargetkan berlangsung sekitar 15 hari. Pekerjaan tidak hanya menyasar titik yang mengalami benturan kapal, tetapi diarahkan dari satu sisi ke sisi lainnya agar kondisi Tepian Ahmad Yani secara keseluruhan lebih tertata.
“Target nya 15 hari ya,” kata Sri Juniarsih.
Bupati menilai peristiwa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dalam menjaga fasilitas publik. Terlebih, Tepian Ahmad Yani memiliki posisi penting sebagai ruang publik sekaligus bagian dari wajah pariwisata Kabupaten Berau.
“Walaupun di sana yang kena, semuanya jadi kesempatan kita untuk bekerja sama memperbaiki tepian kita yang merupakan ikon pariwisata,” tegasnya.
Pembenahan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemulihan kerusakan akibat insiden kapal. Pemerintah daerah ingin kawasan Tepian Ahmad Yani hingga arah Dermaga Rajanta semakin bersih, aman, dan layak menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kawasan perkotaan Tanjung Redeb.


