Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN - Persiapan upacara peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nunukan mulai memasuki tahap karantina. Sebanyak 38 pelajar terpilih kini menjalani pemusatan latihan untuk dipersiapkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Nunukan.
Mereka terdiri atas 20 putra dan 18 putri yang terpilih melalui rangkaian seleksi dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan. Para pelajar tersebut akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.
Pemusatan latihan sekaligus karantina berlangsung selama 11 hari, 4–14 Agustus 2026 di Mess BKPSDM Nunukan. Pemanggilan para calon Paskibraka tersebut dituangkan dalam Surat Bakesbangpol Nunukan Nomor B/247/200.1.2/BAKESBANGPOL-II/VII/2026.
Kepala Kesbangpol Nunukan, Hasan Basri mengatakan bahwa ke-38 calon Paskibra itu merupakan hasil seleksi berjenjang yang diikuti ratusan pelajar. Mereka datang dari sejumlah kawasan dengan karakter geografis berbeda, mulai dari wilayah perkotaan, pulau terluar, kawasan perbatasan, pedalaman, hingga daerah pegunungan.
Para peserta mewakili 16 satuan pendidikan, yakni SMAS K St Gabriel Nunukan, SMAN 1 Nunukan, SMAN 2 Nunukan, SMAN 1 Nunukan Selatan, SMAIT Ibnu Sina Boarding School, SMAN 1 Sebatik, SMAN 1 Sebatik Tengah, SMAN 1 Sebatik Barat, MA As'adiyah Sungai Nyamuk, SMAN 1 Sei Manggaris, SMKN 1 Sembakung, SMAN 1 Sembakung Atulai, SMAN 1 Lumbis, SMAN 1 Sebuku, SMAN 1 Krayan dan SMAN 1 Krayan Selatan.
"Selama menjalani karantina, para calon Paskibraka tidak hanya ditempa melalui latihan baris-berbaris. Mereka juga mendapatkan pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta pembentukan karakter," ujar Hasan.
Pembinaan sendiri, lanjut Hasan, dilakukan tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri dan Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kabupaten Nunukan.
Latihan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap peserta memiliki kesiapan fisik dan mental sebelum menjalankan tugas pada momentum sakral peringatan kemerdekaan.
Sebab, tugas yang menanti bukan sekadar berdiri dalam barisan. Mereka akan menjadi representasi generasi muda Nunukan dalam salah satu prosesi paling penting pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yakni mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara pagi dan melaksanakan penurunan bendera pada sore hari.
Setelah seluruh rangkaian latihan selesai pada 14 Agustus 2026, peserta yang dinyatakan memenuhi kualifikasi akan dikukuhkan oleh Bupati Nunukan atau pejabat Pemkab Nunukan.
Selanjutnya, mereka akan menjalankan tugas sebagai Paskibra dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI pada 14–17 Agustus 2026.
Hasan meminta seluruh peserta memanfaatkan masa pemusatan latihan dengan sebaik-baiknya. Dukungan orang tua dan sekolah juga dinilai penting agar para calon Paskibraka mampu mengikuti seluruh tahapan pembinaan secara optimal.
"Peserta kami ingatkan menjaga kondisi tubuh, mengatur pola makan, mempertahankan stamina dan kebugaran, serta mempersiapkan mental selama menjalani karantina," pesannya.
Pemusatan latihan ini diharapkan menjadi proses pembentukan karakter bagi 38 pelajar terpilih. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga ditempa menjadi generasi muda yang disiplin, tangguh, memiliki semangat kebangsaan dan mencintai Tanah Air.


