Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Sampah organik rumah tangga yang selama ini menjadi persoalan lingkungan justru dimanfaatkan menjadi sumber energi dan pangan melalui Program TALISERA yang dikembangkan Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Program TALISERA atau Tani Lestari dari Sampah untuk Energi dan Pangan Keluarga tersebut mengantarkan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meraih penghargaan Gold kategori Pilar Lingkungan dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026.
Penghargaan yang diselenggarakan BUMN Track bersama BTA Academy itu diberikan di Hotel Bidakara, Jakarta, sebagai apresiasi terhadap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dinilai inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.
Melalui TALISERA, pengelolaan sampah organik rumah tangga, pemanfaatan energi baru terbarukan melalui panel surya, serta penggunaan pupuk organik dikembangkan dalam satu sistem pertanian terpadu.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga mendorong ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang menjawab tantangan sosial dan lingkungan.
'Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program TJSL yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan," ujar Edi dalam keterangan rilisnya, Minggu (9/8/2026)
Menurutnya, TALISERA mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, pemanfaatan energi terbarukan, dan pertanian berkelanjutan dalam satu ekosistem.
"Melalui TALISERA, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan energi terbarukan, dan pertanian berkelanjutan dikembangkan dalam satu ekosistem yang dapat mengurangi emisi karbon, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan nilai bersama bagi masyarakat," katanya.
Dari sisi lingkungan, implementasi TALISERA berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dengan mendorong sampah organik agar tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Program tersebut juga memanfaatkan energi bersih dari panel surya untuk mendukung operasional, sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia melalui pemanfaatan pupuk organik hasil pengolahan sampah.
Edi menambahkan, keberhasilan program tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai mitra.
"Kolaborasi menjadi kunci agar program tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat terus berkembang dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat," jelasnya.
Program TALISERA juga mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), di antaranya TPB 2 tentang Tanpa Kelaparan, TPB 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, TPB 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta TPB 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Melalui AFT Sepinggan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen melanjutkan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat secara berkelanjutan.


