Atasi Krisis Air Baku, Pemkab PPU Rencanakan Normalisasi Kolam Retensi Dekat Bendungan Lawe-Lawe

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Asisten I Setkab PPU, Nicko Herlambang. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Asisten I Setkab PPU, Nicko Herlambang. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Atasi Krisis Air Baku, Pemkab PPU Rencanakan Normalisasi Kolam Retensi Dekat Bendungan Lawe-Lawe

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Asisten I Setkab PPU, Nicko Herlambang. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Asisten I Setkab PPU, Nicko Herlambang. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Atasi Krisis Air Baku, Pemkab PPU Rencanakan Normalisasi Kolam Retensi Dekat Bendungan Lawe-Lawe  

Asisten I Setkab PPU, Nicko Herlambang. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berencana normalisasi kolam retensi yang ada di dekat Bendungan Lawe-Lawe di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam. 

Normalisasi kolam retensi seluas 17 Hektare (Ha) dilakukan untuk menopang kebutuhan air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU. Hal tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah mengatasi krisis air baku di musim kemarau. 

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab PPU, Nicko Herlambang mengatakan, normalisasi kolam retensi mendapatkan support pembiayaan dari PT Pertamina sebesar Rp350 juta. 

“Pertamina akan memberikan bantuan melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) sebesar Rp350 juta untuk normalisasi kolam retensi yang di kawasan Bendungan Lawe-Lawe,” kata Nicko, Minggu (9/8/2026). 

Bantuan dana CSR sebesar Rp350 juta dari Pertamina, kata Nicko, akan digunakan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) alat berat serta kebutuhan pembiayaan lainnya yang berkaitan dengan normalisasi kolam retensi. 

Kolam retensi yang ada di dekat Bendungan Lawe-Lawe selama ini salah satu pendukung sumber air baku Perumda AMDT. Rencananya kolam retensi ini akan ditambah kedalamannya agar daya tampung air bertambah untuk meminimalisir kekurangan air baku di saat musim kemarau. 

“Normalisasi kolam retensi ini bagian dari optimalisasi potensi air baku yang ada di sekitar WTP Lawe-Lawe,” terangnya. 

Nicko menegaskan, pembenahan kolam retensi akan dimulai dikerjakan setelah seluruh dokumen administrasinya rampung, termasuk dokumen rencana anggaran biaya. 

“Kalau administrasinya sudah selesai semua, baru kita turunkan alat berat ke lokasi,” pungkasnya.