Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Sepuluh program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mendapat pengakuan nasional dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan untuk berbagai program yang menyentuh sejumlah sektor, mulai dari konservasi keanekaragaman hayati, pendidikan, kesetaraan dan inklusi sosial hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program TJSL yang dijalankan unit operasi Pertamina Patra Niaga di Kalimantan tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan potensi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Pada ajang ISRA 2026, Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor meraih Gold kategori Biodiversity Conservation melalui program Konservasi Rusa Sambar dan Tanaman Endemik Kalimantan.
Program tersebut juga mendapat penghargaan Silver pada kategori Education melalui Eco Green School.
Kemudian AFT Supadio meraih Gold kategori Gender Equality & Social Inclusion melalui program Aku Tangkas. Unit yang sama juga memperoleh Silver kategori Economic Empowerment melalui program Pelita Patra Bahari.
Sementara itu, Fuel Terminal (FT) Samarinda meraih Silver kategori Education melalui program Pendikresa.
Penghargaan Gold juga diraih Integrated Terminal (IT) Balikpapan melalui program Kawan Patra dan IT Pontianak melalui program Kampung Gambut Siantan Hilir, masing-masing pada kategori Economic Empowerment.
Adapun penghargaan Bronze diraih AFT Sepinggan melalui program Taliwara, IT Banjarmasin melalui Pasar Teras Bersama, serta FT Tarakan melalui Kampung LESTARI.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi perusahaan dengan masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurut dia, setiap program dikembangkan dengan melihat kebutuhan sekaligus potensi lokal di masing-masing wilayah.
"Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memastikan program TJSL memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan," ujar Edi dalam keterangan rilisnya, Minggu (9/8/202).
Ia menegaskan masyarakat ditempatkan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program, sehingga tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi turut berperan sebagai penggerak perubahan.
"Setiap program dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal sehingga masyarakat dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan perubahan," katanya.
Edi menambahkan, keberagaman program yang mendapat penghargaan tersebut menggambarkan pendekatan Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan TJSL sesuai karakteristik sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Mulai dari pelestarian keanekaragaman hayati hingga penguatan ekonomi masyarakat, program-program tersebut diarahkan agar memiliki manfaat jangka panjang.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar dampak positif dari program-program ini semakin luas, mampu mendorong kemandirian masyarakat, serta dapat dikembangkan maupun direplikasi sesuai kebutuhan di wilayah lainnya," jelasnya.
ISRA 2026 sendiri mengusung tema "Catalyzing Collective Change for Scalable Impact'. Ajang tersebut menjadi forum apresiasi sekaligus kolaborasi bagi perusahaan, pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pemangku kepentingan dalam mendorong praktik keberlanjutan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dengan raihan 10 penghargaan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dampak program TJSL, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah operasional perusahaan.


