Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Program Bawaslu Membelajarkan bakal hadir di Balikpapan dengan mengangkat isu transformasi digital dalam pengawasan pemilu.
Melalui diskusi publik bertajuk Transformasi Digital Pengawasan Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan akan membahas perubahan pola pengawasan dari sistem manual menuju ekosistem yang memanfaatkan data dan teknologi.
Mengusung tema "Dari Pengawasan Manual Menuju Ekosistem Pengawasan Berbasis Data", program tersebut akan mengupas bagaimana data dapat menjadi kekuatan strategis Bawaslu dalam membaca potensi kerawanan pemilu.
Ketua Bawaslu Balikpapan, Wasanti, mengatakan transformasi digital tidak sekadar mengubah proses administrasi menjadi digital.
Lebih jauh, pemanfaatan data diharapkan dapat memperkuat kemampuan lembaga dalam melakukan pengawasan.
"Transformasi digital bukan sekadar otomatisasi. Lalu bagaimana data menjadi keunggulan strategis lembaga? Temukan jawabannya bersama empat presenter di Bawaslu Membelajarkan," ujar Wasanti.
Program tersebut akan menghadirkan empat presenter dari jajaran Bawaslu Balikpapan, yakni Hamrin, Wasanti, Agus Sudirman, dan Muhammad Afrizal Arsyad.
Keempat narasumber akan membahas pemanfaatan teknologi dalam mendukung kerja pengawasan, termasuk bagaimana data dapat digunakan untuk memetakan potensi kerawanan dan membantu mempercepat tindak lanjut terhadap dugaan pelanggaran pemilu.
Pembahasan ini menjadi penting karena tantangan pengawasan pemilu semakin kompleks. Bawaslu tidak hanya dituntut mampu menemukan dugaan pelanggaran, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dengan membaca potensi kerawanan sejak dini.
Melalui pengawasan berbasis data, informasi yang dikumpulkan dapat menjadi dasar untuk menentukan wilayah, tahapan, maupun isu yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses pengawasan.
Selain jajaran pengawas pemilu, program Bawaslu Membelajarkan juga menyasar masyarakat, khususnya mahasiswa, akademisi, dan pegiat demokrasi.
Bawaslu Balikpapan berharap forum tersebut dapat meningkatkan literasi publik sekaligus memperkenalkan pentingnya teknologi dalam menciptakan pengawasan pemilu yang lebih cepat, akurat, dan adaptif.
Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menjadi perubahan dalam sistem kerja Bawaslu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas dan kualitas pengawasan pemilu di masa mendatang.


