Kematian Warga di Tabang Diduga Bukan Kecelakaan, Polisi Temukan Petunjuk Pengeroyokan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Polres Kukar saat mengunjungi mediasi masyarakat kecamatan tabang terkait kasus yang diduga pengroyokan warga tabang (Foto: Polres Kukar)
Polres Kukar saat mengunjungi mediasi masyarakat kecamatan tabang terkait kasus yang diduga pengroyokan warga tabang (Foto: Polres Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kematian Warga di Tabang Diduga Bukan Kecelakaan, Polisi Temukan Petunjuk Pengeroyokan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Polres Kukar saat mengunjungi mediasi masyarakat kecamatan tabang terkait kasus yang diduga pengroyokan warga tabang (Foto: Polres Kukar)
Polres Kukar saat mengunjungi mediasi masyarakat kecamatan tabang terkait kasus yang diduga pengroyokan warga tabang (Foto: Polres Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kematian Warga di Tabang Diduga Bukan Kecelakaan, Polisi Temukan Petunjuk Pengeroyokan

Polres Kukar saat mengunjungi mediasi masyarakat kecamatan tabang terkait kasus yang diduga pengroyokan warga tabang (Foto: Polres Kukar)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Kepolisian terus mendalami kasus meninggalnya seorang warga berinisial I di Kecamatan Tabang,  Kutai Kartanegara (Kukar). 

Peristiwa yang sebelumnya diduga sebagai kecelakaan lalu lintas tersebut kini mengarah pada dugaan tindak pidana pengeroyokan.

Pendalaman dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.

Selain itu, sekelompok pemuda juga melakukan aksi pembakaran terhadap warung makan milik warga berinisial S.

Pasca kejadian, personel Ditintelkam Polda Kaltim bersama jajaran Polres Kukar dan Polsek Tabang melakukan koordinasi serta pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Hasil pemantauan kepolisian menunjukkan kondisi wilayah Tabang saat ini dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Tak ditemukan adanya konsentrasi massa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Aksi pembakaran warung makan milik S sebelumnya dilakukan oleh sekelompok pemuda di Kecamatan Tabang. 

Ini diduga dipicu anggapan bahwa warung itu menjual minuman keras yang dianggap berkaitan dengan peristiwa meninggalnya I.

Untuk mengungkap penyebab kematian korban, Unit Reskrim Polsek Tabang bersama Satreskrim Polres Kukar dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian.

Pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA, Polres Kukar menggelar perkara di Mako Polsek Tabang. Gelar perkara dipimpin langsung Kapolres Kukar dan diikuti jajaran Polres Kukar, Polsek Tabang, Ditintelkam Polda Kaltim, serta personel Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan bukti yang mengarah pada kecelakaan lalu lintas.

"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan personel Satlantas, tidak ditemukan bukti maupun petunjuk yang mengarah pada terjadinya kecelakaan lalu lintas dalam peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya I," pungkasnya. Senin (10/8/2026)

Sementara pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Tabang menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan tindak pidana pengeroyokan.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk melanjutkan penyelidikan guna mengungkap secara terang rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Atas arahan Kapolres Kukar, Unit Reskrim Polsek Tabang bersama Satreskrim Polres Kukar dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim juga telah melakukan penyelidikan serta mengidentifikasi sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

"Kapolres Kukar bahkan turun langsung ke wilayah Tabang untuk mengecek lokasi pembakaran warung makan dan lokasi meninggalnya korban. Ia juga memimpin langsung gelar perkara sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam mengungkap kasus secara objektif dan transparan," ujarnya.

Selain proses hukum, kepolisian melakukan pendekatan kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta serta menjaga situasi tetap kondusif.

Polres Kukar bersama Polda Kaltim memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lapangan. Masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak kepolisian.