Teras Samarinda Tahap Dua Dibuka September 2026, Kontraktor Diminta Benahi Sejumlah Kerusakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Peninjauan Teras Samarinda dua, Senin (10/8)2026), Pemkot berencana akan membuka kawasan tersebut untuk masyarakat pada September 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Peninjauan Teras Samarinda dua, Senin (10/8)2026), Pemkot berencana akan membuka kawasan tersebut untuk masyarakat pada September 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Teras Samarinda Tahap Dua Dibuka September 2026, Kontraktor Diminta Benahi Sejumlah Kerusakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Peninjauan Teras Samarinda dua, Senin (10/8)2026), Pemkot berencana akan membuka kawasan tersebut untuk masyarakat pada September 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Peninjauan Teras Samarinda dua, Senin (10/8)2026), Pemkot berencana akan membuka kawasan tersebut untuk masyarakat pada September 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Teras Samarinda Tahap Dua Dibuka September 2026, Kontraktor Diminta Benahi Sejumlah Kerusakan

Peninjauan Teras Samarinda dua, Senin (10/8)2026), Pemkot berencana akan membuka kawasan tersebut untuk masyarakat pada September 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA – Beberapa segmen pekerjaan di Teras Samarinda tahap dua yang telah selesai rencananya akan dibuka untuk publik September mendatang. 

Namun sebelum dibuka untuk masyarakat, masih terdapat sejumlah catatan yang harus diselesaikan kontraktor.

Ini disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy usai meninjau langsung kawasan Teras Samarinda tahap dua mencakup segmen II, III dan IV, Senin (10/8/2026). 

Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah fasilitas yang dinilai masih perlu dibenahi sebelum kawasan tersebut benar-benar diserahkan dan dioperasikan Pemerintah Kota (Pemkot).

Salah satunya berada di area playground. Ditemukan terdapat permainan anak yang mengalami kerusakan dan meminta kontraktor segera melakukan perbaikan.

Selain playground, catatan juga diberikan terhadap pemasangan keramik yang dinilai kurang baik, sistem penyiraman tanaman, ketersediaan bak sampah hingga kondisi sejumlah tanaman dan rumput yang membutuhkan perawatan.

“Ini sudah 100 persen, tinggal bagaimana yang tidak sesuai kita minta ganti sebelum proses penyerahan,” ucap Marnabas.

Ia menegaskan seluruh fasilitas yang mengalami kerusakan sebelum masa pemeliharaan berakhir harus menjadi tanggung jawab kontraktor. 

Pemkot tidak ingin kerusakan yang seharusnya masih menjadi tanggung jawab kontraktor justru menjadi beban pemerintah setelah kawasan diterima secara resmi.

Menurutnya, tim evaluasi juga diminta mencatat seluruh pekerjaan yang perlu diperbaiki dan menyerahkannya kepada kontraktor, termasuk keramik yang pemasangannya dinilai kurang baik karena berpotensi menimbulkan kerusakan dalam jangka panjang.

Selain fasilitas fisik, Pemkot juga mulai menyiapkan tata kelola kawasan. Marnabas mengatakan pengelolaan Teras Samarinda tahap dua nantinya akan melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup. 

Sementara pengamanan untuk sementara akan ditangani Satpol PP, seperti yang diterapkan pada Teras Samarinda sebelumnya. 

Pemkot juga berencana menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola kawasan tersebut. 

Meski begitu, pihak ketiga nantinya tidak boleh membebani masyarakat dengan biaya yang berlebihan. Kepentingan publik tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan kawasan.

Sebelum diserahkan pihak ketiga, pengelolaan sementara akan dilakukan Pemkot hingga Desember 2026.

Setelah ini Pemkot akan melakukan rapat koordinasi dalam waktu dekat untuk mematangkan berbagai kebutuhan sebelum kawasan tersebut dibuka. Selanjutnya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun direncanakan meninjau lokasi sekitar 21 atau 22 Agustus.

Jika masih terdapat temuan dalam peninjauan tersebut, Pemkot masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan sebelum target pembukaan pada 1 September.

Namun, apabila seluruh fasilitas dinilai telah siap dan Wali Kota memberikan persetujuan lebih cepat, pembukaan tetap memungkinkan dilakukan sebelum September.

"Saya minta kemarin PPK-nya segera dicatat semua itu, serahkan kepada kontraktor untuk diperbaiki," tegasnya. 

Sedangkan untuk segmen 1 Marnabas menyampaikan bagian pedestrian tersebut belum menjadi bagian yang dibuka dalam waktu dekat. 

Segmen tersebut masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan baru dapat dibuka pada 2027.