Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin
TANA PASER - Program Kredit Paser Tuntas hingga saat ini masih berjalan, tapi realisasinya masih sangat jauh dari jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengajukan.
Plt Kabid UMKM Disperindagkop dan UMKM, Suherman mengatakan telah menerima berkas pengajuan Kredit Paser Tuntas dengan total 762 UMKM.
“Dari 762 yang mengajukan, baru 41 UMKM yang sudah dicairkan,” kata Suherman, Senin (10/8/2026).
Dalam menjalankan program ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bekerjasama dengan Bankaltimtara, sehingga proses verifikasi tidak hanya dilakukan di Disperindagkop dan UMKM Paser saja.
Disperindagkop dan UMKM Paser berperan untuk menerima pengajuan Kredit Paser Tuntas. Kemudian dilakukan verifikasi berkas dan verifikasi faktual untuk memastikan keberadaan UMKM tersebut.
Setelah Disperindagkop dan UMKM Paser menyatakan UMKM tersebut memenuhi syarat akan direkomendasikan ke Bankaltimtara Tanah Grogot untuk ditindaklanjuti.
“Pada tahap verifikasi di Bankaltimtara Tanah Grogot tersebut, banyak UMKM yang tidak lulus verifikasi dan ada beberapa UMKM yang belum kami survei,” tutur Suherman.
Dengan rincian, sebanyak 216 UMKM tidak lulus BI Cheking, 269 UMKM tidak memenuhi syarat, 19 UMKM mengundurkan diri, 28 UMKM belum bisa dihubungi dan 126 UMKM masih dalam proses pengecekan.
Di tengah gempuran kebijakan efisien anggaran yang diterapkan Pemerintah Pusat saat ini, membuat Disperindagkop dan UMKM Paser terpaksa menunda beberapa verifikasi faktual.
“Masih ada beberapa yang belum di verifikasi faktual ke lapangan. Kendala dalam kondisi efisiensi, apalagi daerah yang agak jauh,” sambungnya.
Dalam menjalankan program ini, Suherman mengaku terus aktif berkoordinasi dan berkomunikasi untuk menyelesaikan kendala-kendala yang terjadi agar bisa terealisasi secara maksimal.


