Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang menjadi perhatian DPRD.
Sekitar 24 siswa dilaporkan terdampak dalam insiden yang terjadi di salah satu sekolah di Bontang.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam meminta kejadian tersebut tidak dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, program MBG menyangkut kesehatan anak sehingga aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama.
Rustam menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para siswa.
Evaluasi juga penting untuk mengetahui apakah kejadian tersebut berkaitan dengan proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan maupun distribusi makanan.
“Kalau memang ada kejadian seperti ini, tentu harus segera dievaluasi. Jangan sampai kejadian yang sama terulang dan menimbulkan korban lebih banyak,” ujar Rustam, Senin (10/8/2026).
Ia meminta pihak yang bertanggung jawab terhadap penyediaan MBG memberikan penjelasan mengenai proses pengolahan hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.
Pemeriksaan tersebut diperlukan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif.
Menurut Rustam, program MBG memiliki tujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak.
Untuk itu, pelaksanaannya harus dibarengi dengan standar keamanan pangan yang ketat.
“Jangan sampai niatnya memberikan makanan bergizi, tetapi kemudian justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi anak-anak,” katanya.
Rustam juga mendorong adanya pengawasan secara berkala terhadap penyedia MBG.
Pengawasan tak hanya dilakukan setelah terjadi persoalan, tetapi harus menjadi bagian dari mekanisme pelaksanaan program sejak makanan diproduksi hingga didistribusikan ke sekolah.
Selain itu, ia meminta kondisi siswa yang terdampak menjadi perhatian utama. Penanganan medis terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan harus dipastikan berjalan dengan baik.
“Paling penting sekarang kondisi anak-anak harus diperhatikan. Setelah itu penyebabnya harus diketahui dan dilakukan evaluasi agar tidak terulang,” tegasnya.
Komisi B DPRD Bontang, lanjut Rustam, akan melihat perkembangan penanganan kasus tersebut dan memastikan persoalan itu mendapat perhatian serius.
DPRD juga dapat meminta penjelasan dari pihak terkait apabila diperlukan untuk mengetahui secara utuh pelaksanaan program MBG di Kota Bontang.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada siswa, tetapi juga dari jaminan bahwa makanan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi.
“Program ini untuk anak-anak. Jadi kualitas, keamanan dan pengawasannya harus benar-benar dijaga,” pungkas Rustam. (Adv)



