Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Jelang berakhirnya masa pemeliharaan Teras Samarinda tahap dua pada 20 Agustus 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menyiapkan pola pengamanan kawasan tersebut.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda diminta mengambil peran dalam penjagaan sembari menunggu adanya pihak ketiga yang nantinya mengelola kawasan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan pihaknya masih akan melakukan kajian dan meminta data rinci terkait dengan aset yang terpasang. Berkaca pada pengamanan Teras Samarinda tahap satu, Anis menyebut ada potensi menggunakan skema yang sama yaitu pengamanan selama 24 jam dengan sistem tiga shift.
Namun, untuk Teras Samarinda tahap dua, kebutuhan personel masih akan dihitung kembali. Sebab, keterbatasan personel saat ini juga terjadi karena sebagian anggota ditempatkan di sejumlah ruas jalan untuk membantu pengaturan lalu lintas.
Ia menyebut, apabila kebutuhan penjagaan menggunakan sekitar 22 personel dengan sistem tiga shift, pihaknya masih akan mengkaji apakah jumlah tersebut mencukupi.
"Nanti kita komunikasi dengan perangkat daerah lain seperti apa,” terangnya.
Menurut Anis, pola pengamanan akan disusun bersama perangkat daerah lainnya. Hal ini lantaran kawasan Teras Samarinda tahap dua nantinya memiliki pembagian segmen dan masing-masing perangkat daerah akan mendapat tugas dalam pengelolaannya. Misal, kawasan dermaga menjadi kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) dan sebagian pedestarian lainnya akan menjadi kewengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Ia menilai pengamanan menjadi tanggung jawab penting karena terdapat sejumlah aset yang harus dijaga sebelum kawasan tersebut diserahkan secara resmi kepada pengelola.
Anis menyebut terdapat dua pos di kawasan Teras Samarinda tahap II. Meski pos tersebut diperuntukkan bagi kepolisian, untuk sementara Satpol PP akan memanfaatkannya karena fasilitas tersebut belum digunakan sebagaimana peruntukannya.
Sementara itu, keberadaan lampu dan kamera pengawas atau CCTV di kawasan tersebut juga akan menjadi bagian dari perhatian Satpol PP. Data mengenai jumlah dan titik pemasangan CCTV masih ditunggu untuk kemudian disampaikan kepada personel sebagai bagian dari pola penjagaan.
“Ini tugas berat, bagaimana caranya aset yang sudah ada jangan sampai hilang. Kami harus briefing, memperhatikan penjagaan,” pungkasnya.


