Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Air minum dalam kemasan (AMDK) Samaqua yang diproduksi oleh Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda melalui pabriknya di Jalan Trikora, Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, diproses melalui sejumlah tahapan sebelum siap dipasarkan kepada masyarakat.
Kepala Pabrik Samaqua, Amien Ma'ruf, mengatakan proses produksi diawali dengan pencetakan botol menggunakan mesin khusus. Perumdam memilih membeli mesin pencetak botol agar lebih efisien dalam distribusi sekaligus memungkinkan perubahan bentuk dan ukuran botol sesuai kebutuhan pasar.
Mesin tersebut memiliki kapasitas mencetak hingga 2.000 botol per jam. Setelah botol selesai dicetak, produk kemudian dibawa menuju ruang pengisian atau filling.
Sebelum masuk ke tahap pengisian, air baku terlebih dahulu melalui proses water treatment. Air yang digunakan bukan air Sungai Mahakam secara langsung, melainkan air yang sebelumnya telah melalui proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol Perumdam Tirta Kencana yang berlokasi tak jauh dari pabrik.
“Air yang biasa kami alirkan ke rumah, itu yang kami jadikan air baku. Jadi airnya sudah bersih, sudah jernih, sudah siap minum sebenarnya. Jadi kami proses lagi,” jelas Amien.
Proses pengolahan kemudian dilakukan melalui beberapa tahapan penyaringan. Salah satunya menyaring kandungan seperti mangan dan material lainnya yang terdapat pada air baku.
Selanjutnya, air melewati filter berbahan karbon nabati dari arang batok kelapa. Filter tersebut digunakan untuk menyaring bau dan rasa sehingga air menjadi lebih murni.
Setelah itu, air melewati micron filter dengan tiga tahapan penyaringan, yakni 10 mikron, 5 mikron, hingga 1 mikron. Air kemudian masuk ke tahap ultrafiltrasi dengan membran berpori lebih kecil untuk memastikan kualitas air tetap terjaga.
Amien mengatakan proses tersebut juga dilengkapi tahapan desinfeksi untuk membunuh bakteri. Air kemudian diberi tambahan oksigen melalui oxygen generator yang berfungsi menjaga kesegaran sekaligus membantu mencegah pertumbuhan kuman di dalam kemasan.
Setelah seluruh tahapan pengolahan selesai, air masuk ke mesin filling dan packaging. Proses tersebut berlangsung secara otomatis, mulai dari pembilasan botol, pengisian air, hingga penutupan kemasan.
“Dari botol kosong sampai dibilas, sampai diisi, sampai tertutup, itu otomatis mesin semua, tanpa sentuhan tangan,” ujarnya.
Untuk pengisian kemasan, mesin filling yang digunakan memiliki kapasitas maksimal sekitar 3.000 botol per jam. Sementara untuk produk galon, Samaqua memiliki mesin dengan kapasitas sekitar 120 galon per jam.
Meski telah melalui rangkaian proses pengolahan dan pengemasan, produk yang selesai diproduksi tidak langsung didistribusikan. Samaqua terlebih dahulu menjalani masa karantina selama 1x24 jam untuk memastikan tidak terdapat bakteri dalam produk.
Amien menyebut, sejauh ini proses produksi berjalan lancar dengan penerapan sterilisasi yang ketat pada peralatan produksi.
Dalam operasionalnya, pabrik Samaqua saat ini melibatkan sekitar 12 pekerja yang terbagi dalam bagian gudang, produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
Sementara untuk pemasaran, masyarakat dapat memesan produk melalui nomor WhatsApp 0811-5300-1001. Layanan pengantaran juga tersedia, sembari Perumdam terus mencari agen untuk memperluas distribusi Samaqua di Samarinda.
Ke depan, Amien berharap kapasitas sumber daya manusia dapat ditambah seiring meningkatnya permintaan pasar.
“Nanti kalau banyak permintaan, harapan kami tenaga kerja ditambah,” pungkasnya. (Adv)


