Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Pemprov Kaltim kini berupaya mengoptimalkan sejumlah sumber pajak daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi keuangan daerah yang menghadapi tekanan, termasuk juga berdampak ke seluruh kabupaten kota.
Salah satu potensi penerimaan yang dinilai masih dapat dimaksimalkan yakni pajak alat berat. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas pertambangan di darat, tetapi juga penggunaan alat berat yang beroperasi di wilayah perairan.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud mengatakan, selama ini potensi pajak alat berat di Kaltim belum sepenuhnya dimaksimalkan.
Bahkan, kata dia, alat berat yang digunakan dalam aktivitas di atas air dinilai juga memiliki potensi untuk menjadi sumber pendapatan daerah.
"Kalau pendapatan pajak alat berat itu bukan hanya di tambang, bahkan di atas air seperti floating crane itu termasuk, dan selama ini tidak pernah ditagih," jelas Hasanuddin Mas'ud.
Menurutnya, potensi tersebut perlu segera diidentifikasi dan dioptimalkan oleh pemerintah daerah. Mengingat, Kaltim membutuhkan sumber-sumber pendapatan baru untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah.
"Pengoptimalan pajak alat berat diharapkan tidak hanya menyasar sektor pertambangan, tetapi juga berbagai aktivitas usaha yang menggunakan alat berat, termasuk kegiatan di perairan," tegasnya.
Hasanuddin Mas'ud menilai langkah tersebut penting agar potensi penerimaan yang selama ini belum tergarap dapat memberikan kontribusi terhadap PAD Kaltim.


