Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang meminta keluarga dan sekolah memperkuat pendampingan terhadap anak di tengah semakin kompleksnya tantangan sosial yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter generasi muda.
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal menilai pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas.
Peran orang tua dalam memberikan perhatian, pengawasan dan membangun komunikasi dengan anak dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk karakter sejak dini.
Ini disampaikan Saeful saat menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak-anak, termasuk mereka yang masih berada pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Selasa (11/8/2026).
“Sekarang kita menghadapi tantangan yang dapat mempengaruhi moralitas anak-anak, salah satunya itu LGBTQ,” ujarnya.
Menurut Saeful, anak-anak pada usia tersebut masih berada dalam tahap perkembangan sehingga membutuhkan pendampingan dari orang dewasa.
Untuk itu, orang tua maupun guru diminta tidak bersikap pasif terhadap perubahan perilaku dan lingkungan pergaulan anak.
Ia menekankan pentingnya pendekatan melalui pendidikan karakter, pembinaan moral dan pemahaman spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut, kata dia, harus dibangun melalui komunikasi yang baik agar anak dapat memahami berbagai persoalan yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dampaknya tentu perlu kita antisipasi. Karena itu, sekolah dan orang tua memiliki peran penting sebagai benteng dalam memberikan pemahaman, pendampingan, serta pengawasan kepada anak,” katanya.
Saeful juga mengingatkan agar tanggung jawab pembentukan karakter tidak sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah.
Keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak dinilai memiliki peran besar dalam menanamkan nilai dan membangun pola komunikasi yang sehat.
Di sisi lain, sekolah juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa.
Kolaborasi antara guru dan orang tua diperlukan agar persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.
Upaya perlindungan generasi muda harus dilakukan secara bersama-sama, bukan melalui langkah parsial.
“Mari kita bersama-sama sebagai bagian dari masyarakat Bontang untuk membentengi minimal anak-anak kita yang di rumah itu,” pungkasnya.
Saeful berharap penguatan pendidikan karakter di Kota Bontang dapat dilakukan secara konsisten dengan melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat.
Dengan sinergi tersebut, anak diharapkan memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai pengaruh lingkungan secara kritis serta tetap memperoleh pendampingan yang memadai selama masa pertumbuhan. (Adv)



