Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Sebanyak 1.632 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan melalui SPPG Polres Kutai Timur (Kutim) menjalani pemeriksaan keamanan pangan sebelum dikonsumsi para penerima manfaat.
Pemeriksaan dilakukan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kutim untuk memastikan makanan bebas dari sejumlah zat berbahaya serta memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Tim yang dipimpin Bripda Ibrahim ibi memeriksa sejumlah menu, mulai dari nasi putih, ayam katsu, tumis sawi putih baby corn, tempe orek hingga kelengkeng.
Pemeriksaan mencakup tiga kategori porsi, yakni porsi kecil, porsi besar, serta porsi besar bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
Pengujian kimiawi dilakukan terhadap kandungan sianida, formalin, boraks, arsen dan nitrit. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh parameter tersebut memenuhi standar yang ditetapkan.
Petugas juga melakukan pemeriksaan organoleptik dengan menilai bentuk, warna, bau dan rasa makanan. Hasilnya, seluruh aspek dinyatakan memenuhi hasil pemeriksaan.
Sebanyak 1.632 penerima manfaat mendapat distribusi MBG tersebut. Mereka terdiri atas anak TK Bhayangkari, peserta Posyandu, siswa SDN 011, siswa SDN 015 serta guru dari kedua sekolah tersebut.
Kapolres Kutim, AKBP Aryansyah mengatakan pemeriksaan keamanan pangan menjadi bagian penting karena program MBG menyasar anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.
“Polres Kutim berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan memastikan makanan yang diberikan melalui program Makan Bergizi Gratis aman, layak konsumsi, serta memenuhi standar keamanan pangan,” ujar Aryansyah.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya menyangkut keamanan makanan, tetapi juga pelaksanaan program agar berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Pemeriksaan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan Polres Kutai Timur terhadap program MBG,” katanya.
Dalam proses distribusi, SPPG Polres Kutim mengerahkan dua kendaraan operasional untuk mengantarkan makanan kepada para penerima manfaat.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, seluruh makanan yang disiapkan dalam kegiatan MBG dinyatakan layak dikonsumsi.


