Polda Kaltim Siagakan Sepertiga Kekuatan Personel untuk Hadapi Ancaman Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pengecekan personel hingga peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Lapangan M Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (11/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Pengecekan personel hingga peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Lapangan M Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (11/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Polda Kaltim Siagakan Sepertiga Kekuatan Personel untuk Hadapi Ancaman Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pengecekan personel hingga peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Lapangan M Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (11/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Pengecekan personel hingga peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Lapangan M Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (11/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Polda Kaltim Siagakan Sepertiga Kekuatan Personel untuk Hadapi Ancaman Karhutla

Pengecekan personel hingga peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Lapangan M Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (11/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Polda Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diprediksi meningkat seiring puncak musim kemarau.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel tanggap darurat bencana Karhutla yang digelar di Lapangan M Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (11/8/2026).

Apel dipimpin Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo dan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah unsur terkait.

Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo mengatakan, apel kesiapsiagaan menjadi bentuk komitmen bersama dalam menghadapi kerentanan kebakaran dan dampak Karhutla di wilayah Kaltim.

Menurutnya, puncak musim kemarau di Kaltim diprediksi berlangsung pada Juli hingga September 2026. 

Kondisi tersebut meningkatkan potensi kebakaran, terlebih Kaltim memiliki kawasan hutan, perkebunan, semak belukar hingga permukiman yang berbatasan langsung dengan vegetasi.

Kondisi cuaca panas, kata dia, dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.

"Hal tersebut menggambarkan bahwa Karhutla di Kaltim bukan lagi sekadar potensi, namun sudah menjadi ancaman yang harus kita hadapi," kata Brigjen Pol Jossy.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, ia menekankan empat langkah utama yang harus dilakukan seluruh unsur terkait.

Pertama, mengutamakan pencegahan. Kedua, memperkuat deteksi dini dan respons cepat. Ketiga, memperkuat sinergitas antarinstansi. Keempat, melakukan penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Ia berharap apel kesiapsiagaan tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk mengambil langkah nyata dalam penanganan dan pengendalian Karhutla di Kaltim.

"Semoga apel kesiapsiagaan ini menjadi titik awal bagi kita semua untuk mengambil langkah dan upaya nyata dalam penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur," ujarnya.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan, kepolisian telah menyiapkan personel khusus untuk melakukan langkah pencegahan Karhutla.

Jumlahnya sekitar sepertiga dari total kekuatan personel yang ada.

"Untuk sekarang ini sekitar sepertiga dari kekuatan yang ada," kata Kombes Pol Tedy.

Menurutnya, personel yang disiapkan tersebut telah diberikan surat perintah sehingga tugas rutin kepolisian tetap berjalan dan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla juga tetap terakomodasi.

Ia menjelaskan, personel khusus tersebut difokuskan untuk melakukan upaya pencegahan. 

Namun, apabila terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan lebih besar, seluruh personel akan dikerahkan.

"Ada personel khusus untuk pencegahannya. Namun kalau terjadi kebakaran, semua akan dikerahkan," tegasnya.

Kombes Tedy menambahkan, Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas sosial hingga perekonomian.

Karena itu, penanganannya membutuhkan pola yang komprehensif dan kolaboratif dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, dunia usaha serta masyarakat.

"Penanganannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif," ujarnya.

Menurutnya, seluruh unsur harus memiliki pola tindakan yang terintegrasi mulai dari pencegahan, deteksi dini, penyampaian informasi, respons cepat ketika terjadi kebakaran hingga penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Kombes Pol Tedy menegaskan, pencegahan harus menjadi prioritas utama.

"Prinsip kita jelas, mencegah lebih baik daripada memadamkan," katanya.

Ia meminta setiap informasi mengenai potensi kebakaran segera diverifikasi dan ditindaklanjuti. 

Kecepatan informasi dinilai sangat penting karena semakin cepat titik api diketahui, semakin besar peluang untuk mencegahnya berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Untuk mendukung respons cepat, Polda Kaltim juga menyiapkan posko pengaduan masyarakat di Satuan Samapta melalui layanan Quick Response.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi terjadinya Karhutla kepada aparat maupun instansi terkait.

Selain itu, masyarakat diingatkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta tidak sembarangan membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.

Terkait penindakan terhadap pihak yang sengaja membakar lahan, Kombes Pol Tedy mengatakan hingga saat ini belum ada kasus yang ditindak.

"Untuk sementara ini belum. Belum ada karena belum terjadi dampak," ujarnya.

Meski demikian, langkah pencegahan dan imbauan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya pembakaran yang dapat memicu Karhutla.

Polda Kaltim juga telah mengecek alat dan perlengkapan yang disiapkan dalam apel kesiapsiagaan tersebut sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.

Kombes Pol Tedy menegaskan, penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

"Keberhasilan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya diukur dari seberapa cepat kita memadamkan api, tetapi dari seberapa efektif kita mencegah kebakaran itu terjadi," pungkasnya.